Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Mengumumkan Rencana untuk Mengawal Kapal-kapal yang Terjebak di Selat Hormuz

📅 Senin, 04 Mei 2026, 05:18 WIB | Oleh:
Trump Mengumumkan Rencana untuk Mengawal Kapal-kapal yang Terjebak di Selat Hormuz Doc: Istimewa
Ket. Trump mengatakan dia telah menginstruksikan perwakilannya untuk memberi tahu pejabat Iran bahwa AS akan "berupaya semaksimal mungkin untuk mengeluarkan kapal dan awak mereka dengan selamat dari Selat tersebut".

WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengumumkan rencana untuk mengawal kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz mulai hari Senin, mengindikasikan bahwa pemerintahannya akan mematahkan blokade Iran di jalur perairan strategis tersebut. Iran belum menyatakan apakah mereka terlibat dalam rencana ini.

Dari Al Jazeera, Trump mengatakan pada hari Minggu (3/5) bahwa upaya tersebut – yang dijuluki Proyek Kebebasan – akan menjadi "isyarat kemanusiaan", dan memperingatkan Iran agar tidak ikut campur dalam operasi tersebut.

Belum jelas bagaimana kampanye ini akan berjalan atau apakah akan melibatkan koordinasi dengan Teheran. Jika mendapat perlawanan dari Iran, langkah ini berisiko menghancurkan gencatan senjata rapuh yang mulai berlaku pada bulan April.

“Banyak dari kapal-kapal ini kekurangan makanan, dan segala sesuatu yang dibutuhkan agar awak kapal dalam jumlah besar dapat tetap berada di atas kapal dengan sehat dan higienis,” tulis presiden AS dalam sebuah unggahan di media sosial.

“Saya pikir ini akan sangat membantu dalam menunjukkan niat baik atas nama semua orang yang telah berjuang begitu keras selama beberapa bulan terakhir. Jika, dengan cara apa pun, proses kemanusiaan ini diganggu, gangguan tersebut, sayangnya, harus ditangani dengan tegas.”

Trump mengatakan dia telah menginstruksikan perwakilannya untuk memberi tahu pejabat Iran bahwa AS akan "berupaya semaksimal mungkin untuk mengeluarkan kapal dan awak mereka dengan selamat dari Selat tersebut".

Pengumuman Presiden Trump tentang misi pengawalan Angkatan Laut AS di Selat Hormuz kemungkinan akan dipandang sebagai provokasi daripada isyarat kemanusiaan oleh Teheran, menurut Negar Mortazavi, peneliti senior di Center for International Policy dan pembawa acara Iran Podcast.

“Ini adalah zona perang, dan saya pikir hal itu akan dilihat seperti itu dari pihak Iran,” kata Mortazavi kepada Al Jazeera. “Ini juga akan membawa pasukan dan aset AS lebih dekat ke jangkauan tembak Iran. Saya tidak tahu apakah ini ancaman, taktik negosiasi, atau pengaruh terhadap proposal yang diajukan oleh Iran, tetapi yang pasti ini tidak akan dilihat sebagai misi kemanusiaan dari pihak Iran.”

Dia mengatakan bahwa jika Iran benar-benar terlibat dalam rencana tersebut, maka tidak akan ada kebutuhan akan pengawalan sejak awal. “Jika Iran terlibat, artinya mereka sepenuhnya membuka Selat Hormuz dan AS mencabut blokade, maka sebenarnya tidak perlu ada pengawalan.”

Ia menekankan bahwa selat itu adalah kartu utama Iran. “Itu adalah pengaruh yang mereka mainkan untuk mengakhiri perang. Dan mengakhiri perang bagi mereka bukan hanya gencatan senjata sementara, mereka menginginkan pengakhiran permanen.”

Mantan Asisten Menteri Luar Negeri AS, Jenderal Mark Kimmitt, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pengumuman Presiden Trump untuk membebaskan kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz bisa menjadi "kabar positif."

“Dunia membutuhkan bantuan kemanusiaan semacam ini, terutama untuk mengeluarkan pupuk dari Teluk,” katanya, seraya mencatat bahwa meningkatnya ketegangan telah memperlambat pengiriman dan membahayakan panen. “Pupuk itu sudah berada di sana cukup lama, dan sekarang adalah musim tanam.”

Ia meyakini Angkatan Laut AS telah mengidentifikasi dan memprioritaskan kapal mana yang paling dibutuhkan, tetapi memperingatkan bahwa perairan tersebut tetap "berbahaya" karena ranjau yang dipasang oleh Garda Revolusi Iran, dan menyatakan harapan bahwa Washington memiliki rencana yang jelas untuk mengatasi ancaman tersebut.

“Ini kabar baik, semoga saja, bahkan [ini telah dikoordinasikan] dengan Iran. Bahwa Iran dapat memandu kapal-kapal ini melewati ladang ranjau untuk mengeluarkannya,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Rieke Buka Pameran Warna-Warni Parlemen 2026

58 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Rieke Buka Pameran Warna-Wa...
Megapolitan
Obsesi Jadi Vampir, Pria In...
Luar Negeri
Trump Beri Iran Kesempatan ...

Defisit Migas Tekan Neraca Perdagangan

1.5 jam yang lalu | Lukman

Nasional
Defisit Migas Tekan Neraca ...
Nasional
RUU Perampasan Aset Jangan ...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.