Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenkeu dan BI Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I 2026 di atas 5 Persen

📅 Minggu, 03 Mei 2026, 22:43 WIB | Oleh:
Kemenkeu dan BI Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I 2026 di atas 5 Persen Doc: RRI/Magdalena Krisnawati

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan data pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I 2026 pada Selasa (5/5). Perekonomian Indonesia diprakirakan masih tumbuh di atas 5 persen.

“Proyeksi Kementerian Keuangan, pertumbuhan ekonomi pada triwulan I ini sebesar 5,5 persen,” kata Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung pekan ini dalam acara dialog Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) yang diselenggarakan Bank Indonesia.

Proyeksi tersebut salah satunya ditopang oleh kinerja penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPN BM).

“Kalau kita lihat rincian pajak yang tumbuh di APBN 2026 adalah PPN dan PPN BM yang tumbuh tinggi 57,7 persen,” ucap Juda Agung.

Menurut dia, pertumbuhan tinggi dua jenis pajak tersebut menunjukkan adanya aktivitas ekonomi, baik konsumsi maupun di sektor industri.

“PPN dan PPN BM jelas digunakan untuk konsumsi, transaksi pembelian barang. Baik barang ritel maupun barang untuk dunia usaha,” ujar Juda.

Selain itu, lanjutnya, pemerintah mengubah pola belanja yang diupayakan merata di setiap triwulan. Di triwulan I belanja pemerintah ditargetkan 21 persen, triwulan II,III dan IV sekitar 26 persen.

“Tujuannya supaya pertumbuhan ekonomi lebih merata. Upaya percepatan belanja juga mendorong konsumsi masyarakat masih dalam trend meningkat,” kata Juda.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi triwulan I 2026 sebesar 5,4 persen. “Disrupsi ekonomi global ikut mempengaruhi perekonomian dalam negeri, karenanya Indonesia harus memiliki daya tahan yang lebih kuat,” kata Deputi Gubernur Senior, Destry Damayanti.

Menurut dia, paling tidak dalam dua bulan belakangan ini makin mempertegas bahwa Indonesia harus memperkuat perekonomian domestiknya.

“Karena sebenarnya perekonomian Indonesia itu adalah domestic economic oriented, dengan konsumsi menyumbang 54 persen dan investasi 30 persen,” kata Destry.

Salah satu langkah yang dilakukan BI untuk lebih memperkuat perekonomian di dalam negeri adalah dengan mempercepat intermediasi. Yaitu mempercepat penyaluran kredit atau pembiayaan perbankan ke sektor-sektor perekonomian yang produktif. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Jepang Siap Kerahkan SDF ke...
Olahraga
Alexander Zverev Raih Gelar...
Ekonomi
Pertamina Berhasil Tangani ...
Daerah
Petugas Rutan-Poso Gagalkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Gempa Kuat M7,8 Guncang Selatan Filipina dan Sulawesi Utara, Peringatan Tsunami Dikeluarkan

Gempa Kuat M7,8 Guncang Selatan Filipina dan Sulawesi Utara, Peringatan Tsunami Dikeluarkan

08 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Ratifikasi IEU-CEPA Dorong Daya Saing
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.