Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jamaah Calon Haji Khusus Indonesia Perdana Tiba di Madinah

📅 Sabtu, 02 Mei 2026, 22:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jamaah Calon Haji Khusus Indonesia Perdana Tiba di Madinah Doc: Antara

Madinah - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengatakan jamaah calon haji khusus dari Indonesia yang akan menjalani rangkaian ibadah haji dengan masa tinggal lebih singkat dibandingkan jamaah reguler tiba perdana di Madinah, Sabtu.

Kedatangan jamaah khusus yang tergabung dalam Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) Patuna Travel itu sekitar pukul 11.00 WIB melalui terminal internasional Bandara Prince Mohammad Bin Abdul Aziz, dengan jumlah rombongan mencapai 42 orang, terdiri atas 39 orang didampingi tiga petugas.

Kedatangan rombongan tersebut disambut PPIH Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Bandara dan tim pengawasan haji khusus Daker  Madinah.

Pembimbing ibadah haji jamaah, Patuna Ahmad Saifuddin, mengatakan pihaknya membawa jamaah yang akan mendapat kesempatan tinggal di Madinah selama 10 malam.

"Alhamdulillah, jamaah dari Patuna Travel ini adalah kelompok terawal. Selama di Madinah kami akan menjalani program Arbain kurang lebih delapan hingga 10 malam. Para jamaah sangat antusias untuk bersilaturahmi dan berjumpa dengan Rasulullah Nabi Muhammad SAW di kota kelahirannya, kami sebagai pembimbing akan memberikan pendampingan agar kehadiran mereka benar-benar meresapi apa yang Nabi ajarkan dalam kehidupan," ujarnya.

Dia menyatakan secara umum rangkaian ibadah haji bagi jamaah khusus dan haji reguler tidak berbeda.

“Dalam itinerary kami, saat di Muzdalifah kami akan mengambil skema murur atau melintas setelah tengah malam, baru kemudian menuju Makkah untuk tawaf ifadah, sai, dan tahalul awal. Total perjalanan rangkaian haji kurang lebih 30 hari," katanya.

Koordinator Bandara Madinah Patuna Travel Ayman Sofyan menyatakan secara keseluruhan terdapat 1.000 anggota jamaah calon haji khusus yang diberangkatkan tahun ini.

“Kedatangan hari ini merupakan kedatangan perdana grup Patuna. Untuk Haji Khusus Patuna tahun ini kita ada di jumlah 1.100 pax, terbagi menjadi 26 bus," katanya.

Apabila dibandingkan dengan masa tinggal haji reguler di Arab Saudi sepanjang 40 hari, ia mengatakan masa tinggal haji khusus lebih singkat.

“Kegiatan mereka lebih singkat. Untuk Arbain, mereka tinggal selama 10 hari di Madinah, sementara paket lainnya tinggal empat hari. Setelah itu, bergeser ke Makkah untuk menjalankan rangkaian ibadah haji dan kembali ke tanah air,” katanya.

Kepala PPIH Arab Saudi Daker Bandara Abdul Basir menyatakan secara bergelombang setiap hari akan tiba jamaah calon haji khusus Indonesia, baik di Madinah maupun Jeddah.

Kementerian Haji dan Umrah turut melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan ibadah haji khusus.

“Kami juga tetap melakukan pengawasan layanan PIHK . Mulai dari akomodasi, katering, hingga bimbingan ibadah dan hak-hak lain yang harus diterima jemaah,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
  • Kemenperin Perkuat Industri Otomotif Nasional lewat Peningkatan TKDN dan SNI
    Saya sangat sependapat dengan pandangan komprehensif Bapak Saleh ...
  • Pelumasan Sintetis Dorong Produktivitas dan Daya Saing Industri Plastik
    Informasi spesifik mengenai penghematan konsumsi energi hingga 10 ...
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Megapolitan
Pemkot Bogor Dorong Peran P...
Megapolitan
Pemkot Bogor Segera Tata PK...

Wisatawan Taiwan Coba Ditarik ke Indonesia

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Luar Negeri
Wisatawan Taiwan Coba Ditar...
Daerah
Ekonomi Papua Sangat Bergan...
Megapolitan
Pemprov Banten Beri Bantuan...
Advertisement
BMKG: Sebanyak 25 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Berstatus Awas Kekeringan

BMKG: Sebanyak 25 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah Berstatus Awas Kekeringan

03 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.