Serius Benahi Sektor Perikanan, Mataram Siapkan Rp900 Juta untuk Pasar Ikan Higienis
📅 Rabu, 29 Apr 2026, 16:45 WIB | Oleh: Tim PenulisMATARAM – Pembangunan pasar ikan bersih yang terintegrasi dengan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) mencerminkan pergeseran pendekatan dari sekadar pembangunan fisik menjadi penguatan ekosistem ekonomi pesisir yang lebih menyeluruh.
Integrasi ini tidak hanya meningkatkan kualitas rantai pasok—melalui penanganan ikan yang higienis dan berstandar—tetapi juga memperpendek jalur distribusi sehingga nelayan berpotensi memperoleh nilai tambah yang lebih besar.
Dari sisi ekonomi, keberadaan pasar yang terhubung langsung dengan sentra produksi nelayan mendorong efisiensi logistik dan stabilitas harga, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas.
Sementara itu, aspek sosialnya terlihat dari penguatan kelembagaan komunitas nelayan, yang menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan program.
Namun, keberhasilan model ini sangat bergantung pada tata kelola operasional, konsistensi standar kebersihan, serta integrasi dengan sistem distribusi yang lebih luas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tanpa itu, potensi peningkatan daya saing produk perikanan bisa terhambat. Jika dijalankan optimal, konsep ini berpeluang menjadi katalis transformasi ekonomi pesisir yang lebih modern dan inklusif.
Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, telah menyiapkan anggaran sebesar Rp900 juta untuk pembangunan pasar ikan bersih terintegrasi dengan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Bintaro, Mataram.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram H Lalu Lawan Basri di Mataram, Rabu (29/4), mengatakan, ketersediaan anggaran itu sebagai kepastian kelanjutan pembangunan pasar ikan bersih tetap dilaksanakan tahun ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami sudah mengalokasikan sekitar Rp900 juta untuk kelanjutan pembangunan pasar ikan bersih tahun 2026," katanya.
Pembangunan pasar ikan bersih bertujuan untuk meningkatkan kualitas, higienitas, dan nilai jual produk perikanan, sekaligus menyediakan tempat jual-beli yang nyaman, aman, serta modern bagi masyarakat.
Setelah pasar ikan bersih rampung, puluhan pedagang ikan yang kini berjualan di Kebon Talo atau depan Makam Bintaro akan direlokasi ke dalam atau di areal KNMP.
Keberadaan pasar ikan di Kebon Talo berada di jalan utama menuju objek wisata Senggigi sehingga kerap kali dikeluhkan baik dari kondisi lapak, kenyamanan, dan keamanan lalu lintas karena aktivitas pedagang dan pembeli sampai menggunakan badan jalan.
"Karena itu, kami berkomitmen melanjutkan proses pembangunan pasar ikan bersih agar terintegrasi dengan KNMP yang pembangunannya saat ini sedang berjalan," katanya.
Dengan adanya KNMP terintegrasi dengan pasar ikan bersih diharapkan, apa yang menjadi target pemerintah pusat bisa tercapai yakni mewujudkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat pesisir.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!