Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Rupiah Hari Ini Melemah di Tengah Lonjakan Minat ke Instrumen Safe Haven

📅 Rabu, 29 Apr 2026, 17:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Hari Ini Melemah di Tengah Lonjakan Minat ke Instrumen Safe Haven Doc: ANTARA/ Muhammad Adimaja
Ket. Ilustrasi - Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank BSI, Jakarta.

JAKARTA – Pelemahan nilai tukar Rupiah yang dipicu meningkatnya permintaan aset safe haven mencerminkan perubahan sentimen global menuju sikap risk-off.

Dalam kondisi ketidakpastian—baik akibat gejolak geopolitik, arah kebijakan suku bunga global, maupun perlambatan ekonomi—investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen yang dianggap lebih aman seperti dolar AS atau emas.

Arus modal keluar (capital outflow) dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, kemudian memberi tekanan langsung pada Rupiah.

Secara struktural, tekanan ini menunjukkan tingginya sensitivitas pasar keuangan domestik terhadap dinamika eksternal.

Meski fundamental ekonomi relatif terjaga, faktor likuiditas global dan persepsi risiko seringkali lebih dominan dalam jangka pendek.

Di sisi lain, pelemahan Rupiah juga berpotensi meningkatkan biaya impor dan menekan inflasi, terutama untuk komoditas strategis.

Untuk meredam volatilitas, diperlukan bauran kebijakan yang responsif, mulai dari stabilisasi di pasar valas, penguatan cadangan devisa, hingga menjaga daya tarik aset domestik.

Dalam konteks ini, kredibilitas kebijakan moneter dan fiskal menjadi kunci untuk menahan tekanan lanjutan sekaligus menjaga kepercayaan investor.

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan, Rabu (29/4), melemah 83 poin atau 0,48 persen menjadi Rp17.326 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.243 per dolar AS.

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa mengatakan pelemahan rupiah dipicu peningkatan permintaan safe haven di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah.

“Dari sisi global, rupiah tertekan oleh stabilnya indeks dolar AS di level tinggi (sekitar 98,6) serta meningkatnya permintaan safe haven di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah,” katanya di Jakarta.

Kekhawatiran terhadap inflasi global akibat kenaikan harga energi turut memperkuat dolar AS, dan mendorong arus modal keluar dari emerging markets, termasuk Indonesia.

Selain itu, ekspektasi bahwa Federal Reserve atau Bank Sentral Amerika Serikat akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama semakin membatasi ruang penguatan rupiah.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa isu pergantian Ketua Federal Reserve menjadi sumber ketidakpastian tambahan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.