Ibas Tegaskan Kemitraan Strategis dan Diplomasi Parlemen dengan Korea Selatan
📅 Rabu, 29 Apr 2026, 05:43 WIB | Oleh: SriyonoJAKARTA - Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), melaksanakan pertemuan diplomasi kebangsaan di National Assembly of South Korea bersama Wakil Ketua Parlemen Korea Selatan, Lee Hack-young, anggota parlemen, serta Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) Korea Selatan untuk Indonesia.
Pertemuan tersebut turut didampingi oleh perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Korea Selatan serta delegasi anggota MPR RI dan DPR RI, sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan parlemen kedua negara.
Dalam sambutannya, Ia menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari parlemen Korea Selatan. Ia menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya, termasuk kunjungan Ketua National Assembly Korea Selatan, Woo Won-shik, ke Indonesia beberapa bulan lalu.
“Hal ini menunjukkan bahwa hubungan Indonesia dan Korea Selatan semakin erat dan strategis,” kata Edhie Baskoro dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (28/4).
Ia menekankan bahwa kedua negara memiliki peran penting sebagai anggota G20 dan APEC dalam mendorong demokrasi, ekonomi hijau, serta perdamaian dunia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ibas juga menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Korea Selatan yang telah terjalin lebih dari lima dekade dibangun atas dasar saling menghormati, kepercayaan, dan nilai bersama. Sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kerja sama kedua negara terus berkembang di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, investasi, pendidikan, hingga pertahanan.
Lebih lanjut, Edhie Baskoro menyoroti pentingnya kesinambungan hubungan bilateral di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Lee Jae-myung, yang dinilai membuka peluang besar bagi penguatan kemitraan strategis kedua negara.
Dalam forum tersebut, Anggota Dapil DPR RI Jawa Timur VII ini juga memperkenalkan delegasi Indonesia yang terdiri atas anggota MPR RI dan DPR RI lintas komisi, yang membidangi hubungan luar negeri, pertahanan, ekonomi, energi, hingga industri kreatif.
Sebaiknya Anda baca juga:
Edhie menegaskan bahwa Indonesia dan Korea Selatan memiliki keunggulan yang saling melengkapi. Indonesia dengan kekuatan sumber daya alam, bonus demografi, serta keberagaman budaya, sementara Korea Selatan unggul dalam teknologi, inovasi, dan pengaruh budaya global atau Hallyu.
Menurutnya, hubungan kedua negara tidak hanya terbatas pada kerja sama antar pemerintah (government to government), tetapi juga mencakup hubungan bisnis, parlemen, serta hubungan antar masyarakat (people-to-people contact). “Kolaborasi bukan hanya soal kebijakan, tetapi juga tentang budaya dan koneksi antarmanusia,” ungkapnya.
Edhie Baskoro juga menyinggung kuatnya pengaruh budaya Korea di Indonesia, mulai dari K-pop hingga drama Korea seperti Autumn in My Heart dan Crash Landing on You, yang memperkuat kedekatan emosional masyarakat kedua negara.
Sebaliknya, Indonesia juga berkomitmen mempromosikan budaya nasional seperti batik, kuliner khas, dan seni tradisional kepada masyarakat Korea Selatan. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban, diselingi senyum dan tawa saat Ibas menyampaikan bahwa dirinya juga pernah menjadi penonton serial Autumn in My Heart.
Dalam pertemuan tersebut, Ibas menyampaikan tiga fokus utama ke depan, yaitu memperkuat diplomasi parlemen melalui dialog dan pertukaran delegasi secara rutin, mendorong kerja sama di sektor strategis seperti ekonomi hijau, transformasi digital, dan pembangunan berkelanjutan, dan meningkatkan pertukaran budaya dan generasi muda guna mempererat hubungan jangka panjang.
Sebagai simbol persahabatan, delegasi Indonesia turut menyerahkan cendera mata berupa batik dan tenun, yang merepresentasikan filosofi Bhinneka Tunggal Ika atau persatuan dalam keberagaman.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!