Ekspedisi Patriot Kembali Digelar Tahun Ini, Ini Target Kementrans
📅 Rabu, 29 Apr 2026, 16:50 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Program Ekspedisi Patriot dapat dibaca sebagai strategi penguatan kapasitas sumber daya manusia di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor.
Dengan melibatkan relawan terdidik—umumnya mahasiswa dan tenaga profesional muda—program ini tidak hanya menghadirkan layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi, tetapi juga mentransfer pengetahuan yang berkelanjutan kepada masyarakat lokal.
Secara struktural, Ekspedisi Patriot berfungsi sebagai jembatan antara kebijakan pusat dan kebutuhan riil di lapangan. Intervensi yang dilakukan berbasis pemetaan potensi dan masalah daerah, sehingga lebih adaptif dibanding pendekatan top-down konvensional.
Dampaknya terlihat pada peningkatan literasi, penguatan kelembagaan desa, serta tumbuhnya inisiatif ekonomi lokal. Namun, tantangan utamanya terletak pada keberlanjutan pascapenugasan relawan.
Tanpa mekanisme pendampingan jangka panjang dan integrasi dengan program pemerintah daerah, hasil yang dicapai berisiko tidak berlanjut. Karena itu, konsolidasi dengan pemangku kepentingan lokal menjadi kunci agar program ini benar-benar menciptakan dampak yang sistemik dan berkelanjutan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara menyampaikan pihaknya bersama 10 universitas terbaik di Indonesia sedang menyiapkan pembukaan pendaftaran Program Ekspedisi Patriot yang ditargetkan melibatkan 1.400 peserta tahun ini.
Ia menuturkan, para peserta Tim Ekspedisi Patriot (TEP) tahun ini diwajibkan untuk menyelesaikan jenjang S1 mereka. Hal tersebut berbeda dengan implementasi TEP tahun lalu yang memperbolehkan mahasiswa S1 yang masih aktif berkuliah untuk mengikuti program tersebut.
“Insyaallah pada tahun ini, kami akan membuka kembali (pendaftaran) kepada seluruh sarjana (lulusan) S1 yang akan bergabung dengan Tim Ekspedisi Patriot 2026,” kata Iftitah Sulaiman Suryanagara di Jakarta, Rabu (29/4).
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengatakan, persyaratan tersebut diberikan karena sejumlah tim akan mendapatkan penugasan hingga satu tahun di beberapa wilayah transmigrasi tertentu.
Tim Ekspedisi Patriot merupakan salah satu bagian dari Program Transmigrasi Patriot yang dijalankan Kementerian Transmigrasi (Kementrans) untuk mengoptimalkan pengembangan berbagai potensi ekonomi di kawasan transmigrasi.
Perbedaan lainnya antara pelaksanaan Ekspedisi Patriot kali ini adalah jumlah kawasan transmigrasi yang dilibatkan.
Iftitah menyatakan, para peserta TEP sebelumnya disebar ke 154 wilayah transmigrasi pada 2025, sementara pada tahun ini mereka hanya akan dikirim ke 52 wilayah transmigrasi.
Selain itu, ia menyampaikan terdapat penambahan perguruan tinggi nasional yang berpartisipasi dalam Ekspedisi Patriot tahun ini, yakni meningkat dari tujuh universitas menjadi 10 universitas.
Ia menuturkan, kampus yang terlibat tahun lalu adalah Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (UNPAD), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!