Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tunda Bicara Nuklir, Iran Tawarkan Pembukaan Selat Hormuz

📅 Selasa, 28 Apr 2026, 01:05 WIB | Oleh:
Tunda Bicara Nuklir, Iran Tawarkan Pembukaan Selat Hormuz Doc: Mandel NGAN/AFP
Ket. Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

ISLAMABAD - Iran telah menyampaikan proposal baru kepada Amerika Serikat (AS), termasuk menunda negosiasi nuklir, untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang.

Seperti dilaporkan Axios yang mengutip seorang pejabat AS dan dua sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan rencana tersebut disampaikan melalui mediator di Pakistan, menyerukan perpanjangan gencatan senjata agar pihak-pihak yang bertikai dapat berupaya mengakhiri pertempuran secara permanen.

Pembicaraan nuklir akan dilakukan kemudian, hanya setelah blokade AS terhadap Selat Hormuz dicabut.

Para mediator Pakistan telah menyampaikan proposal tersebut kepada Gedung Putih, tetapi belum jelas apakah AS ingin mempertimbangkannya.

Presiden AS, Donald Trump berencana mengadakan pertemuan di Ruang Situasi Gedung Putih pada Senin (27/7) dengan para pejabat keamanan nasional dan kebijakan luar negeri, demikian dilaporkan oleh media tersebut.

“Ini adalah diskusi diplomatik yang sensitif dan AS tidak akan bernegosiasi melalui pers,” kata Olivia Wales, juru bicara Gedung Putih, dalam sebuah pernyataan yang dikirim melalui email.

“Seperti yang telah dikatakan Presiden, AS memegang kendali dan hanya akan membuat kesepakatan yang mengutamakan rakyat Amerika, dan tidak akan pernah mengizinkan Iran memiliki senjata nuklir.”

Harga minyak mentah memangkas kenaikannya dan saham-saham Asia memperluas penguatannya pada perdagangan 27 April menyusul laporan Axios, meningkatkan sentimen setelah upaya untuk memulai kembali pembicaraan terhenti. Indeks kontrak berjangka ekuitas AS menghapus kerugian sebelumnya dan naik 0,1 persen.

Upaya untuk melanjutkan pembicaraan damai terkait perang Iran terhenti pada akhir pekan setelah Presiden Trump membatalkan rencana kunjungan para utusan utamanya dan Republik Islam Iran mengatakan tidak akan bernegosiasi selama mereka masih diancam.

Pada tanggal 25 April, Presiden Trump mengakui adanya rencana baru dari Iran, dengan mengatakan bahwa republik Islam itu dengan cepat mengirimkan proposal baru setelah ia memerintahkan para utusannya untuk membatalkan perjalanan ke Pakistan untuk melakukan pembicaraan.

“Menariknya... ketika saya membatalkannya, dalam waktu 10 menit, kami mendapatkan kabar baru yang jauh lebih baik,” kata Trump kepada wartawan.

“Iran menawarkan banyak hal tetapi tidak cukup,” tambahnya, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Tidak Dapat Dilewati

Meskipun gencatan senjata sebagian besar telah berlaku sejak awal April, kedua negara terus mempertahankan blokade Selat Hormuz, membuat jalur pasokan energi utama tersebut praktis tidak dapat dilewati.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.