Trump Tak Puas dengan Proposal Iran Terkait Selat Hormuz
📅 Selasa, 28 Apr 2026, 18:42 WIB | Oleh: Ilham SudrajatWASHINGTON DC — Donald Trump dilaporkan tidak puas dengan proposal Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Proposal tersebut juga mencakup upaya mengakhiri konflik dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel, dilansir dari Anadolu, Selasa (28/4).
Informasi tersebut diungkap The New York Times berdasarkan sumber pejabat anonim yang mengetahui pembahasan di Gedung Putih. Trump menerima pengarahan mengenai rencana tersebut dalam pertemuan di Situation Room.
Proposal Iran mencakup penghentian blokade AS terhadap jalur perairan strategis tersebut, namun tidak menyentuh isu utama terkait program nuklir Iran. Hal ini dikonfirmasi oleh sejumlah pejabat dari kedua negara.
Sebelumnya, Iran menolak tuntutan Amerika Serikat untuk menghentikan pengayaan uranium. Iran menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan haknya berdasarkan hukum internasional.
Iran juga menolak menyerahkan cadangan uranium yang telah diperkaya. Sementara itu, Trump tetap bersikeras agar Iran memenuhi tuntutan terkait program nuklirnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Gedung Putih melalui juru bicara Olivia Wales menegaskan bahwa AS tidak akan bernegosiasi melalui media. Ia mengatakan AS hanya akan menyetujui kesepakatan yang menguntungkan bagi kepentingan nasional.
Laporan awal mengenai proposal ini pertama kali diungkap oleh Axios. Disebutkan bahwa Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyerahkan proposal tersebut melalui mediator Pakistan.
Dalam proposal tersebut, Iran mengusulkan perpanjangan gencatan senjata dalam jangka panjang atau bahkan permanen. Namun, pembicaraan terkait program nuklir baru akan dimulai setelah Selat Hormuz dibuka kembali dan sanksi atau pembatasan dicabut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Trump sebelumnya juga telah menolak proposal lain dari Iran dan membatalkan rencana negosiasi di Pakistan. Pejabat AS menyebut Iran tidak memberikan negosiator kewenangan membuat konsesi terkait program nuklir, yang menjadi hambatan besar dalam proses perdamaian. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!