Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Solok Cairkan Dana Pemulihan Lahan Pertanian Usai Bencana

📅 Selasa, 28 Apr 2026, 15:34 WIB | Oleh:
Pemkot Solok Cairkan Dana Pemulihan Lahan Pertanian Usai Bencana Doc: Antara/Rahmatul Laila.
Ket. Petani menanam padi di Solok.

SOLOK -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solok, Sumatera Barat  mencairkan anggaran untuk pemulihan lahan pertanian usai bencana banjir yang menimpa daerah tersebut pada November 2025 senilai Rp900 juta.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Solok melalui Kabid Sarana dan Prasarana Penyuluhan  Fauzi di Solok, Selasa menyebutkan  dana rehabilitasi lahan pertanian pascabencana banjir bandang pada November 2025 dicairkan setelah seluruh dokumen diajukan ke pemerintah provinsi pada 21 April 2026.

Proses pencairan  dilakukan setelah verifikasi selesai di tingkat provinsi hingga ke kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) yang akan menerbitkan SP2D.

Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Kota Solok total lahan terdampak di daerah tersebut mencapai sekitar 68 hektare.

“Prosesnya memang panjang dan tidak terlihat langsung, sehingga pencairan dana tidak bisa serta merta dan membutuhkan waktu,” ujarnya.

Kerusakan terparah terjadi pada lahan yang tertimbun material seperti pasir dan lumpur dengan ketebalan mencapai 30 hingga 50 sentimeter, terutama di kawasan sekitar  sungai Batang Gawan.

Dinas Pertanian memperkirakan proses rehabilitasi lahan dapat diselesaikan hingga akhir Mei 2026 seiring dengan percepatan pencairan dana dan pengerjaan di lapangan.

Fauzi juga menyebutkan tercatat sebanyak 230 petani terdampak tergabung dalam tiga kelompok tani. Di samping itu, sebanyak 10 hektare sawah yang mengalami kerusakan ringan dan telah ditangani melalui program oplah.

“Sebelumnya, kami telah mengajukan dokumen pencairan tahap awal ke provinsi pada 5 Maret 2026. Dana tersebut baru masuk ke rekening kelompok tani pada 9 April 2026,” ujarnya.

Sejak bencana terjadi, pemerintah pusat menarik anggaran dari program optimalisasi lahan (oplah) untuk dialihkan ke penanganan bencana, termasuk program baru Kementerian Pertanian berupa rehabilitasi lahan.

Ia juga mengatakan dalam pelaksanaannya harus melalui tahapan Survey, Investigasi, dan Desain (SID) sebelum masuk ke tahap pengerjaan.

Untuk wilayah dengan cakupan luas, proses ini turut mendapat pendampingan dari pemerintah pusat. Sementara daerah lain masih beradaptasi dalam menjalankan mekanisme tersebut termasuk Kota Solok.

Dana bantuan pemerintah nantinya disalurkan ke kelompok tani (keltan). Kelompok yang terdampak akan membentuk unit pengelola keuangan dan membuka rekening sebagai penampung dana.

“Akan tetapi, di Kota Solok sebagian petani telah berinisiatif melakukan perbaikan lahan secara mandiri, bahkan mulai menanam kembali,” ucapnya. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Perbaikan Subsidi harus Bersamaan dengan Percepatan Transisi ke Energi Terbarukan
    Preview komentar:
    Membaca ulasan komprehensif ini, saya sangat sepakat dengan ...
  • Hari Ini Diskon Pertamax Gan, Lumayan Bisa Hemat Rp450 per Liter
    Preview komentar:
    Program diskon kemerdekaan yang diluncurkan oleh Pertamina ini ...
  • Mentan Amran: Stok Beras NTT 39 Ribu Ton, Lahan Rusak Akibat Gempa Akan Diganti
    Preview komentar:
    Semoga dapat membantu dan meringankan beban saudara kita ...
    Luar biasa pak mentan dengan kepeduliannya dan gerak ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Daerah
Pameran Indonesia Custom Sh...
Luar Negeri
Norwegia Khawatir AS Bakal ...

Pagelaran Sabang Merauke

3 jam lalu | Wahyu AP

Nasional
Pagelaran Sabang Merauke
Luar Negeri
Kanada Terus Berunding deng...
Kebakaran Hutan Tak Kunjung Padam, Pemerintah Tetapkan Operasi Darat Ujung Tombak Penanganan Karhutla

Kebakaran Hutan Tak Kunjung Padam, Pemerintah Tetapkan Operasi Darat Ujung Tombak Penanganan Karhutla

22 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.