Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kepala Bapanas Tegaskan Tak Ada Ruang Permainan Harga Jelang Ramadan

📅 Jumat, 13 Feb 2026, 21:22 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kepala Bapanas Tegaskan Tak Ada Ruang Permainan Harga Jelang Ramadan Doc: istimewa
Ket. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman yang juga menjabat Menteri Pertanian mengatakan, berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional hingga akhir April 2026, total ketersediaan beras tercatat mencapai 27,55 juta ton dengan kebutuhan sebesar 10,30 juta ton, sehingga terdapat surplus 17,24 juta ton

Kepala Bapanas Tegaskan Tak Ada Ruang Permainan Harga Jelang Ramadan

JAKARTA – Di tengah dinamika krisis pangan global, Indonesia mencatat capaian penting dalam penguatan ketahanan pangan nasional. Dalam kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia telah mencapai swasembada pada sembilan komoditas pangan pokok strategis, ditandai dengan surplus produksi dalam negeri terhadap kebutuhan konsumsi nasional.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman yang juga menjabat Menteri Pertanian menyampaikan, capaian tersebut menjadi momentum strategis yang patut disyukuri, sekaligus dijaga dengan pengelolaan distribusi dan harga yang baik.

"Produksi sudah selesai. Itu kita syukuri, di saat krisis dunia dan krisis pangan, Indonesia surplus. Ini kita syukuri. Kita sekarang sudah swasembada, sembilan komoditas. Yang belum (swasembada) ada tiga. Nah ini pun tiga yang belum swasembada, stoknya banyak,” ujar Kepala Bapanas Amran saat menghadiri Gerakan Pangan Murah (GPM) di Jakarta, Jumat (13/2).

Kesembilan komoditas tersebut meliputi beras, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, jagung, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.

Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional hingga akhir April 2026, total ketersediaan beras tercatat mencapai 27,55 juta ton dengan kebutuhan sebesar 10,30 juta ton, sehingga terdapat surplus 17,24 juta ton. Gula konsumsi juga diperkirakan surplus 595 ribu ton hingga April mendatang.

Surplus komoditas lainnya tercatat pada cabai besar sebesar 74 ribu ton, cabai rawit 105 ribu ton, jagung 4,85 juta ton, serta minyak goreng 3,5 juta ton. Untuk protein hewani, daging ayam diproyeksikan surplus 728 ribu ton dan telur ayam 349 ribu ton. Sementara bawang merah mencatat surplus 57 ribu ton.

Kondisi surplus tersebut tidak hanya memperkuat ketahanan pangan dalam negeri, tetapi juga membuka ruang ekspor pada sejumlah komoditas. Sepanjang 2025, ekspor bawang merah tercatat 1,56 ribu ton dan jagung sebesar 7,49 ribu ton.

Meski demikian, Kepala Bapanas Amran menegaskan bahwa capaian surplus bukanlah akhir dari upaya penguatan ketahanan pangan nasional. Pemerintah masih akan menggenjot produksi untuk komoditas yang belum swasembada, yakni kedelai, bawang putih, dan sapi.

"Jadi tidak boleh ada main-main. Beras, stok kita banyak di gudang, tertinggi sepanjang sejarah. Daging, stok kita banyak. Jagung pakan tidak impor. Kemudian, bawang merah, cabai, telur, ayam. (Itu) kita sudah swasembada. Tinggal yang kita kejar berikutnya lagi yaitu kedelai, bawang putih. Ini yang kita kejar ke depan termasuk sapi, peternakan sapi," sebut Kepala Bapanas Amran.

Dengan posisi stok yang kuat menjelang bulan suci Ramadan, Amran menekankan bahwa kondisi surplus harus tercermin pada stabilitas harga di tingkat konsumen. Tidak boleh ada pihak yang memanfaatkan momentum untuk kepentingan sepihak.

"Jadi sekarang, alhamdulillah menghadapi bulan suci Ramadan, angka-angka ini surplus. Termasuk yang impor, stoknya banyak. Tolong yang impor, tolong jangan permainkan keadaan. Kalau aku dapatkan, anda berakhir menjadi importir. Itu adalah terakhir anda menjadi importir," tegas Amran.

Ia juga menegaskan tidak ada lagi toleransi terhadap pelanggaran yang merugikan masyarakat.

"Ini karena kalau kami baik-baik menghimbau, tidak ada pergerakan. Tahun ini, tidak ada kompromi lagi. Izinnya kami cabut. Seluruh kewenangan kami, Kami cabut. Pidananya kami serahkan ke Satgas Pangan Polri," pungkas Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

16 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

44 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.