Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Imigrasi Jatim Tangkap Dua WNA Pelanggar Izin Tinggal

📅 Selasa, 28 Apr 2026, 00:00 WIB | Oleh:
Imigrasi Jatim Tangkap Dua WNA Pelanggar Izin Tinggal Doc: Istimewa
Ket. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur Novianto (dua kiri) saat menunjukkan barang bukti dua WNA yang diduga melanggar izin tinggal di Surabaya, (27/4)

SIDOARJO - Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur menangkap dua warga negara asing (WNA) yang diduga melanggar ketentuan izin tinggal yakni menggunakan visa kunjungan yang seharusnya tidak diperuntukkan bagi kegiatan bekerja.

Dikutip dari Antara, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur Novianto di Surabaya, Senin (27/4), mengatakan penangkapan dilakukan pada 24 April 2026 oleh tim bidang pengawasan dan penindakan keimigrasian.

"Dari hasil penangkapan tersebut, tim berhasil menangkap dua warga negara asing masing-masing berasal dari China dan Thailand,” ujarnya.

Dua WNA tersebut yakni FZ pria asal China yang bekerja sebagai koki di salah satu restoran Chinese food di Surabaya sejak Desember 2025.. kemudian, MPT perempuan asal Thailand yang bekerja sebagai terapis di tempat pijat kesehatan sejak Januari 2025.

Novianto menegaskan bahwa langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen transparansi kepada publik serta implementasi kebijakan “Imigrasi untuk Rakyat”.

“Pelayanan imigrasi harus mudah, cepat, tepat, transparan, dan akuntabel. Di sisi lain, kami tetap menegakkan kedaulatan negara melalui pengawasan dan penindakan hukum yang tegas,” ujarnya.

Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) Kanwil Ditjen Imigrasi Jawa Timur Suyitno, menjelaskan penangkapan berawal dari laporan intelijen dan pemantauan sistem keimigrasian.

"Pada Jumat, 24 April 2026, tim melakukan pengawasan terhadap keberadaan dan kegiatan orang asing di wilayah Surabaya sebagai tindak lanjut laporan intelijen. Petugas berhasil menangkap satu warga negara Tiongkok dan satu warga negara Thailand,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan, kata dia, MPT diketahui merupakan pemegang visa izin tinggal kunjungan dengan masa berlaku 180 hari.

"MPT mengaku telah tiga kali masuk ke Indonesia sejak Januari 2025 dan bekerja sebagai trainer terapis di lokasi yang sama. Selama berada di Surabaya, ia tinggal di tempat pijat kesehatan tempatnya bekerja," katanya.

Sementara itu, kata dia, FZ juga menggunakan visa kunjungan dengan masa tinggal 180 hari dan baru pertama kali masuk ke Indonesia pada Desember 2025 dan bekerja sebagai koki di restoran Chinese food di Surabaya.

“Berdasarkan pemeriksaan, terdapat cukup bukti bahwa kedua WNA tersebut melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan pemberian izin tinggal,” ujarnya.

Atas pelanggaran tersebut, keduanya dinilai melanggar Pasal 122 huruf a juncto Pasal 75 ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Imigrasi memastikan akan menindak tegas setiap pelanggaran yang dilakukan oleh WNA sebagai bagian dari penegakan hukum dan menjaga ketertiban umum.

“Imigrasi akan menindak tegas warga negara asing yang tidak mematuhi peraturan keimigrasian dengan mendeportasi dan penangkalan. Ini merupakan upaya menegakkan hukum sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
  • Pariwisata Indonesia Siap Naik Kelas! Kemenpar Perluas Jejaring Bisnis hingga India
    Langkah proaktif Kementerian Pariwisata melalui Sales Mission Pune ...
  • Jakarta Didorong Jadi Pusat Industri Kopi Nasional, Libatkan 193 Ribu Pelaku Usaha
    Membaca artikel yang sangat komprehensif ini, saya merasa ...
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...

US Open: Aldila Sutjiadi Melaju ke Perempat Final Ganda

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Olahraga
US Open: Aldila Sutjiadi Me...
Luar Negeri
Wabah Salmonella Menyerang ...
Advertisement
Menko Yusril Tegaskan Dirinya Bukan Penulis Buku "Islam ala Prabowo"

Menko Yusril Tegaskan Dirinya Bukan Penulis Buku "Islam ala Prabowo"

08 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 3
# 3
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.