Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sistem Kesehatan Yaman Terancam Runtuh akibat Perang Berkepanjangan dan Minimnya Bantuan Kemanusiaan

📅 Senin, 28 Sep 2026, 00:41 WIB | Oleh:
Sistem Kesehatan Yaman Terancam Runtuh akibat Perang Berkepanjangan dan Minimnya Bantuan Kemanusiaan Doc: Istimewa
Ket. Pelaporan data kesehatan dari wilayah yang dikuasai Houthi telah terhenti selama hampir satu tahun. Kondisi ini membuat otoritas kesehatan kesulitan mendapatkan gambaran epidemiologi secara menyeluruh di seluruh Yaman.

SANAA - Menteri Kesehatan dan Kependudukan Yaman, Qasim Buhaibeh, mengatakan bahwa sejumlah daerah bahkan berisiko kehilangan layanan kesehatan sepenuhnya jika penurunan pendanaan terus berlanjut.

Dari Al Jazeera, menurut Buhaibeh, sektor kesehatan Yaman kini menghadapi tekanan berat. Gelombang pengungsi baru akibat konflik membuat fasilitas kesehatan yang sudah kekurangan sumber daya semakin terbebani.

Kondisi tersebut diperparah dengan penutupan sejumlah fasilitas kesehatan serta kekurangan obat-obatan, perlengkapan medis dan bahan bakar.

Data kesehatan yang diperbarui hingga Juni 2026 menunjukkan sekitar 19,3 juta orang di Yaman membutuhkan bantuan kesehatan. Namun, pendanaan untuk memenuhi kebutuhan tersebut baru mencapai sekitar 17 persen.

Buhaibeh mengatakan kapasitas fasilitas kesehatan yang masih dapat beroperasi secara penuh kemungkinan telah turun hingga kurang dari 50 persen. Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memperkirakan sekitar 60 persen fasilitas kesehatan masih berfungsi.

Sejumlah layanan penting turut berada dalam kondisi kritis, mulai dari layanan darurat, kesehatan ibu dan anak, vaksinasi, layanan gizi, hingga perawatan bagi pasien yang membutuhkan dialisis dan pengobatan kanker.

Tekanan terhadap sistem kesehatan juga meningkat akibat gelombang pengungsian. Buhaibeh menyebut sekitar 134.550 orang mengungsi akibat perang antara Juni hingga 22 September, dengan sebagian besar berada di Taiz, Lahij dan Aden.

Sementara itu, Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) mencatat hampir 130.000 orang atau sekitar 30.000 rumah tangga telah mengungsi di tujuh provinsi Yaman sejak pertempuran antara kelompok Houthi dan pasukan koalisi pemerintah Yaman yang diakui secara internasional meningkat pada awal September.

Situasi kesehatan masyarakat juga semakin mengkhawatirkan karena pengungsian, kekurangan gizi dan rendahnya cakupan vaksinasi terjadi bersamaan dengan wabah sejumlah penyakit menular, termasuk kolera, campak dan polio.

Buhaibeh menyebut lebih dari 27.000 kasus campak terkonfirmasi tercatat sepanjang 2025. Pada saat yang sama, sekitar separuh anak Yaman berusia di bawah lima tahun mengalami kekurangan gizi kronis.

Menteri tersebut juga mengatakan pelaporan data kesehatan dari wilayah yang dikuasai Houthi telah terhenti selama hampir satu tahun. Kondisi ini membuat otoritas kesehatan kesulitan mendapatkan gambaran epidemiologi secara menyeluruh di seluruh Yaman.

Dengan terus menyusutnya pendanaan, pemerintah Yaman memperingatkan bahwa kemampuan sistem kesehatan untuk menangani kebutuhan penduduk, termasuk mereka yang baru mengungsi akibat konflik, semakin terbatas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.