Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Manfaatkan Buku bagi Warga untuk Mempertinggi Literasi

📅 Senin, 27 Apr 2026, 06:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Manfaatkan Buku bagi Warga untuk Mempertinggi Literasi Doc: ist
Ket. makin ditinggalkan

JAKARTA – Zaman sekarang diakui buku semakin ditinggalkan, bahkan oleh anak-anak yang seharusnya menggelutinya. Padahal membaca buku bagaikan upaya menjaga pelita tetap menyala. Di setiap halamannya, lembaran kertas menawarkan sebuah jeda. Saat aksara mulai membuka cakrawala, riuh di kepala perlahan mereda. Hanya ada keheningan dan ilmu yang menjelma semesta.

Setiap tanggal 23 April, kalender global menandai satu agenda besar, yakni peringatan Hari Buku Sedunia. Momentum yang dikenal sebagai World Book and Copyright Day ini salah satunya mengingatkan pentingnya membaca dan mengembangkan budaya literasi, mengingat buku adalah jendela dunia.

Bagi Indonesia, peringatan Hari Buku Sedunia menjadi momentum strategis untuk meningkatkan dan menguatkan literasi melalui bahasa dan sastra. Setidaknya, terdapat tiga alasan nilai strategis yang menjadi perhatian utama, yakni peran literasi sebagai fondasi karakter bangsa, pentingnya ketersediaan akses bacaan yang merata, serta transformasi bahasa sebagai kunci dalam meningkatkan daya saing sumber daya manusia.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Hafidz Muksin menegaskan bahwa ketiga alasan strategis tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjadikan literasi sebagai napas pembangunan.

Badan Bahasa menekankan bahwa kolaborasi antarlapisan masyarakat menjadi faktor penentu agar target penguatan literasi ini dapat tercapai secara maksimal.

Keberadaan buku berkaitan dengan konteks literasi dan bahasa. Dengan demikian, pengembangan dan akses buku yang mendukung literasi menuntut adanya ekosistem yang baik dan penguasaan kompetensi berbahasa yang mumpuni.

Kebiasaan membaca dan menulis yang merupakan bagian proses berliterasi membutuhkan media yang paling mendasar, yaitu buku. Pemikiran yang kritis juga dapat dihasilkan dari pembacaan buku yang baik dan berkelanjutan.

Selain itu, buku juga memberikan akselerasi budaya baca di tengah arus literasi digital. Buku merupakan media yang paling mendasar untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif.

Selanjutnya, literasi digital menjadi penguat pemahaman tersebut. Tanpa adanya basis pembacaan buku yang kuat tentu tidak akan menghasilkan kedalaman, terutama di tengah arus digital yang sangat kuat.

Hafidz Muksin berharap bahwa dasar literasi membaca yang berbasis buku bermutu menjadi dasar berliterasi di Indonesia. Literasi merupakan fondasi kebahasaan dan kesastraan yang diwujudkan dalam media buku.

Badan Bahasa berkomitmen mendukung dan mengembangkan ekosistem perbukuan melalui berbagai program pengayaan bahan literasi, baik dalam bentuk cetak maupun dalam bentuk digital.

Buku juga menjadi sarana pembentuk literasi inklusif dan kedaerahan untuk peningkatan pendidikan bermutu untuk semua. Melalui pengembangan buku yang berbasis pada kearifan lokal, diharapkan buku akan menjawab tantangan penguatan bahasa daerah yang perlu perhatian pada saat ini.

Guna mendukung visi tersebut, Badan Bahasa telah menjalankan langkah-langkah strategis dalam mendukung pemerataan akses buku melalui berbagai program.

Pertama, penyediaan bahan pengayaan literasi melalui sayembara penulisan buku bermutu, pendistribusian buku ke wilayah prioritas termasuk daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), penyediaan akses buku digital, serta penerjemahan buku asing dan daerah guna menambah variasi bacaan masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Momentum Perkuat Wisata Dal...
Luar Negeri
Burnham Tantang Starmer Per...

Bolivia Umumkan Keadaan Darurat

3 jam lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Bolivia Umumkan Keadaan Dar...
Luar Negeri
Utusan PBB Serukan Pembebas...
Pelari dari 17 Negara Ramaikan Mandiri Jogja Marathon 2026

Pelari dari 17 Negara Ramaikan Mandiri Jogja Marathon 2026

22 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.