Banjir di Perumahan Elit di Jakbar, ini Tanggapan Sudin SDA
📅 Selasa, 10 Mar 2026, 15:45 WIB | Oleh: Sujar
Doc: ANTARA/Risky Syukur.
JAKARTA -- Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Barat (Jakbar) mengatakan banjir berlumpur di kawasan Pulau Tondan, Perumahan Taman Permata Buana, Kembangan, Jakarta Barat, diakibatkan tinggi muka air (TMA) Kali Angke yang mencapai 400 sentimeter (cm) dari titik nol pengukur.
Menurut Kepala Sudin SDA Jakarta Barat Purwanti Suryandari, TMA itu merupakan yang tertinggi di wilayah Jakarta Barat.
"Kemarin, Minggu (8/3), Kali Angke itu amat sangat tinggi, muka airnya sampai 400. Itu yang paling tinggi lah. Ya, mau enggak mau, dia meluap," ujar Purwanti saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Meluapnya Kali Angke pun membuat banjir menggenangi area elit Perumahan Taman Permata Buana.
Namun karena adanya pembangunan tanggul di kawasan perumahan itu, lumpur galian pun ikut meluber ke jalanan perumahan setempat bersama banjir.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Sekarang kan masih sedang proses pembangunan sheetpile, turap gitu kan, supaya Kali Angke itu tertanggul gitu," kata Purwanti terkait proyek tanggul tersebut.
Dia mengatakan penanganan banjir di lokasi tersebut tidak dapat dilakukan saat ketinggian kali melewati bibir tanggul.
"Nah, kalau sudah meluap, itu untuk penanganannya kita harus nunggu kali itu surut dulu sedikit, baru bisa kita operasiin pompa. Gitu kemarin kejadiannya," tutur Purwanti.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di sisi lain, dia menjelaskan pembangunan turap sepanjang lebih dari 1.000 meter di sepanjang sisi Kali Angke tersebut merupakan proyek multiyears atau tahun jamak.
"Dari 2025 sampai 2027. Harapannya, itu (tanggul) bisa membantu pencegahan banjir di wilayah sekitar," ungkap Purwanti.
Sebelumnya, lumpur sisa banjir masih menutupi badan jalan di kawasan Pulau Tondan, Perumahan Taman Permata Buana, Kembangan, Jakarta Barat, hingga Senin (9/3) sore.
Pantauan ANTARA di lokasi pada pukul 16.30 WIB, sejumlah orang nampak membersihkan lumpur di kawasan perumahan elit tersebut. Beberapa mobil tanki air pun diterjunkan untuk menghalau lumpur dari badan jalan.
Sementara di tepi kali, lumpur membentuk semacam rawa tepatnya di luar barisan turap yang baru dipasang.
Tanggul yang belum selesai dibangun itu terlampau pendek saat volume air kali bertambah kian tinggi saat hujan melanda sejak Sabtu (7/3) malam.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!