Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jerman akan Kirim Kapal Penyapu Ranjau ke Selat Hormuz

📅 Senin, 27 Apr 2026, 02:20 WIB | Oleh:
Jerman akan Kirim Kapal Penyapu Ranjau ke Selat Hormuz Doc: AFP/Punit PARANJPE
Ket. Misi Netral - Sebuah kapal tanker LPG berbendera India sedang melintasi Selat Hormuz beberapa waktu lalu. Pada Sabtu (25/4) Kementerian Pertahanan Jerman menyatakan mereka akan segera mengirimkan kapal penyapu ranjau ke Mediterania dalam misi netral untuk mengamankan Selat Hormuz.

BERLIN - Jerman akan segera mengirimkan kapal penyapu ranjau ke Mediterania untuk kemungkinan misi di Selat Hormuz setelah berakhirnya perang Amerika Serikat (AS)-Iran, kata seorang juru bicara kementerian pertahanan kepada AFP pada Sabtu (25/4).

Beberapa negara telah menyatakan kesediaan mereka untuk berpartisipasi dalam misi netral untuk mengamankan Selat Hormuz, yang menurut AS pekan lalu sedang dalam proses pembersihan ranjau bersama dengan Teheran, meskipun hal ini belum dikonfirmasi oleh Iran.

“Kapal selam Fulda milik Angkatan Laut Jerman akan dikerahkan dalam beberapa hari mendatang," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Jerman. “Tujuannya adalah untuk memberikan kontribusi yang signifikan dan nyata kepada koalisi internasional yang berupaya melindungi kebebasan navigasi di Selat Hormuz," imbuh dia.

Kapal penyapu ranjau adalah kapal khusus yang digunakan untuk mendeteksi dan menjinakkan ranjau laut. Kapal tersebut akan ditempatkan dengan awak sekitar 45 orang. Namun, penempatan apapun di selat tersebut hanya akan terjadi setelah berakhirnya permusuhan secara permanen dan persetujuan dari majelis rendah parlemen Jerman.

Sejak perang yang diprakarsai oleh AS dan Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari, Teheran telah mempertahankan kendali atas Selat Hormuz, yang kemudian diikuti oleh blokade Angkatan Laut AS pada 13 April.

Sebagai tanggapan atas serangan udara oleh AS dan Israel, tentara Iran secara efektif menutup Selat Hormuz, yang biasanya dilalui sekitar seperlima pengiriman minyak global, sehingga menyebabkan kenaikan harga energi. SB/AFP/Ant/Anadolu/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

57 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.