Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gubernur DIY Tekankan Pendampingan Psikis dan Fisik Anak Korban Kekerasan

📅 Senin, 27 Apr 2026, 23:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gubernur DIY Tekankan Pendampingan Psikis dan Fisik Anak Korban Kekerasan Doc: Antara
Ket. Daycare Little Aresha, Kota Yogyakarta, tempat penitipan anak yang digerebek polisi pada Jumat (24/4).

Yogyakarta - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menekankan agar dilakukan pendampingan psikis dan pengobatan fisik terhadap anak-anak korban kekerasan dan penelantaran yang terjadi di salah satu daycare di Kota Yogyakarta.

Gubernur DIY ditemui di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin, mengatakan, bahwa pendampingan yang dilakukan pada korban tidak hanya terbatas pada sisi keamanan, tetapi juga mencakup pengobatan fisik dan psikis bagi anak-anak tersebut.

"Otomatis itu (perlindungan) kita lakukan untuk anaknya. Kita juga perlu pengobatan dari si anak, jadi kita sudah mengambil langkah dari awal," katanya.

Gubernur Sultan menyesalkan terjadinya tindak kekerasan anak yang terjadi di daycare Little Aresha, dan menegaskan tidak ada tempat bagi segala bentuk kekerasan di DIY, serta meminta proses hukum oleh penegak hukum berjalan sebagaimana mestinya.

"Harapan saya, kejadian itu yang pertama sekaligus yang terakhir. Karena di Jogja (Yogyakarta) itu kita tidak senang dengan kekerasan," katanya.

Lebih lanjut, Gubernur DIY menjadwalkan pertemuan khusus dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY untuk mendapatkan laporan detail mengenai penanganan kasus ini.

Sedangkan terkait penetapan 13 tersangka oleh pihak kepolisian, Sultan menyatakan dukungannya terhadap langkah aparat penegak hukum. Dan meminta semua pihak untuk menunggu hasil penyidikan tanpa mendahului proses yang sedang berjalan.

"Mereka kan sudah tersangka, polisi sudah melakukan penelitiannya. Kita tunggu saja, jangan mendahului. Kita hormati proses hukum yang berlaku saja," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Ni Made Dwi Panti Indrayanti mengatakan bahwa operasional daycare harus mengedepankan tanggung jawab moral dan kepercayaan, bukan semata-mata mengejar keuntungan bisnis atau komersialisasi.

"Ini menjadi perhatian penuh, bukan sekadar komersialisasi. Bagaimana kemudian tanggung jawab dan kepercayaan terhadap usaha-usaha seperti itu harus dijaga, karena yang kita bicarakan ini adalah anak-anak," katanya.

Pemda DIY juga mendukung penuh langkah kepolisian dalam mengusut tuntas kasus daycare ini secara hukum. Sebab, pihaknya mengaku prihatin dan miris dengan kejadian tersebut, terutama terkait dampak trauma yang dialami oleh para korban.

"Karena sudah berproses di wilayah hukum, kita ikuti saja. Terkait korban, baik dari sisi anak maupun keluarga, saya kira memang perlu pendampingan. Kami sudah berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Yogyakarta untuk penanganannya melalui unit pendampingan perlindungan perempuan dan anak," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.