Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Digelar Hari Ini Sidang Isbat Penentuan Idul Adha 2026 dan Awal Zulhijah 1447 H

📅 Minggu, 17 Mei 2026, 16:25 WIB | Oleh:
Digelar Hari Ini Sidang Isbat Penentuan Idul Adha 2026 dan Awal Zulhijah 1447 H Doc: Pexels
Ket. Kementerian Agama Republik Indonesia akan melakukan pemantauan hilal awal Zulhijah 1447 Hijriah di lima titik wilayah DKI Jakarta sebagai bagian dari rangkaian sidang isbat penentuan Idul Adha 2026.

JAKARTA - Kementerian Agama Republik Indonesia akan melakukan pemantauan hilal awal Zulhijah 1447 Hijriah di lima titik wilayah DKI Jakarta sebagai bagian dari rangkaian sidang isbat penentuan Idul Adha 2026. Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk memastikan penetapan awal bulan Zulhijah dilakukan secara akurat dan dapat diterima oleh seluruh umat Islam di Indonesia.

Sidang isbat penentuan awal Zulhijah 1447 H dijadwalkan berlangsung pada 17 Mei 2026 di Auditorium H.M. Rasjidi. Proses ini akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari lembaga pemerintah hingga organisasi keagamaan guna memastikan keputusan yang diambil bersifat komprehensif.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, mengatakan bahwa sidang isbat merupakan forum penting untuk menyatukan metode perhitungan astronomi dan observasi langsung.

"Sidang isbat menjadi forum bersama untuk memadukan hasil hisab dan rukyatul hilal guna menetapkan awal Zulhijah 1447 H secara akurat dan dapat diterima seluruh umat Islam Indonesia," ujar Arsad.

Dalam prosesnya, sidang isbat akan melibatkan sejumlah lembaga seperti BMKG, BRIN, Badan Informasi Geospasial, serta Majelis Ulama Indonesia. Selain itu, ormas Islam, pakar falak, dan akademisi juga turut berperan dalam memberikan pertimbangan ilmiah dan keagamaan.

Berdasarkan perhitungan hisab, ijtimak atau konjungsi bulan diperkirakan terjadi pada 17 Mei 2026 sekitar pukul 03.00.55 WIB. Saat rukyat dilakukan, posisi hilal diprediksi sudah berada di atas ufuk dengan ketinggian antara 3 derajat 37 menit hingga 6 derajat 54 menit, yang menjadi indikator penting dalam penentuan awal bulan Hijriah.

Untuk memastikan akurasi data, rukyatul hilal dilakukan di 88 titik di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua Barat. Lokasi pengamatan meliputi observatorium, pantai, rooftop gedung, hingga masjid yang memiliki visibilitas baik terhadap horizon barat.

Di wilayah DKI Jakarta, lima titik yang menjadi lokasi pemantauan hilal antara lain Kantor Wilayah Kemenag DKI Jakarta, Masjid Raya Hasyim Asy’ari, Pesantren Al-Hidayah Basmol, kawasan Pulau Pramuka (tentatif), serta Rumah Falak Pondok Labu. Titik-titik ini dipilih karena memiliki kondisi geografis yang mendukung proses pengamatan hilal.

Arsad menegaskan, perluasan titik pengamatan dilakukan untuk meningkatkan akurasi hasil rukyat serta memperkuat dasar pengambilan keputusan dalam sidang isbat.

"Pemantauan hilal dilakukan secara luas di berbagai wilayah Indonesia agar hasil rukyat yang diperoleh semakin akurat dan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan dalam sidang isbat," kata dia.

Melalui kombinasi metode hisab dan rukyat, pemerintah berharap penetapan awal Zulhijah 1447 H dapat memberikan kepastian bagi masyarakat dalam menentukan waktu pelaksanaan Hari Raya Idul Adha. Selain itu, proses ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesatuan umat dalam menjalankan ibadah berdasarkan keputusan yang sah dan terpercaya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Jepang akan Menaikan Biaya Visa Lima Kali Lipat Mulai 1 Juli

28 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Rona
Batasan Mengonsumsi Kafein ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.