Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

48.200 Rumah Tangga di Papua Barat Daya Huni Rumah Tak Layak

📅 Senin, 27 Apr 2026, 07:57 WIB | Oleh:
48.200 Rumah Tangga di Papua Barat Daya Huni Rumah Tak Layak Doc: antara foto
Ket. Kepala Badan Pusat Statistik RI, Amalia Adininggar Widyasanti

SORONG - Kepala Badan Pusat Statistik RI, Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan sebanyak 48.200 rumah tangga di Provinsi Papua Barat Daya (PBD) masih menempati rumah tidak layak huni.

Menurut dia, jumlah tersebut setara dengan 36,35 persen dari total rumah tangga di wilayah itu, atau lebih dari sepertiga warga yang telah memiliki rumah sendiri namun belum memenuhi standar kelayakan.

“Artinya mereka sudah punya rumah, tetapi kondisinya belum layak huni,” kata Amalia di Sorong, Senin (27/4).

Ia menjelaskan, permasalahan perumahan di Papua Barat Daya tidak hanya terkait kepemilikan, tetapi juga kualitas hunian. Kondisi rumah tidak layak huni menjadi salah satu indikator penting yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat.

Secara wilayah, Kota Sorong menjadi daerah dengan jumlah rumah tidak layak huni terbesar, yakni sekitar 18.300 rumah tangga. Disusul Kabupaten Sorong sebanyak 8.627 rumah tangga.

"Sementara itu, jika dilihat dari persentase, Kabupaten Sorong Selatan mencatat angka tertinggi dengan hampir 80 persen rumah tangga yang telah memiliki rumah namun dalam kondisi tidak layak huni," bebernya.

Kabupaten Maybrat juga tergolong tinggi dengan persentase mencapai 62,45 persen.

Amalia menambahkan, tingginya jumlah rumah tidak layak huni memiliki keterkaitan erat dengan tingkat kemiskinan di suatu daerah.

Data BPS menunjukkan Kota Sorong juga mencatat jumlah penduduk miskin terbesar di Papua Barat Daya, yakni sekitar 41.390 orang, diikuti Kabupaten Sorong sebanyak 25.610 orang.

“Biasanya ada korelasi antara jumlah rumah tidak layak huni dengan jumlah penduduk miskin,” ujarnya.

Ia menilai, kondisi ini menjadi tantangan serius bagi pemerintah dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat, sekaligus menekan angka kemiskinan di Papua Barat Daya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

BRI Super League 2026/2027: Persija Jakarta Kalahkan Persib Bandung 2-1 di GBK

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.