Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur DKI Jakarta Segera Bahas Usulan DTKJ soal Tarif Transjakarta

📅 Selasa, 07 Jul 2026, 12:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gubernur DKI Jakarta Segera Bahas Usulan DTKJ soal Tarif Transjakarta Doc: ANTARA
Ket. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Perpustakaan Nyi Ageng Serang, Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2026).

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, mengatakan segera membahas usulan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) terkait tarif Transjakarta dan Transjabodetabek.

Tak hanya itu, dia juga mengatakan akan mempertimbangkan usulan terkait skema berlangganan tarif Transjakarta sebesar Rp200.000 per bulan.

“Untuk usulan dari dewan transportasi, tentunya segera akan dikaji oleh Pemerintah DKI Jakarta. Saya sudah mendapatkan usulan tersebut,” kata Pramono di Jakarta Pusat, Selasa (07/7).

Dia menuturkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera mengambil keputusan terkait penyesuaian tarif Transjakarta dan Transjabodetabek.

Selain itu, Pramono juga akan secepatnya memutuskan tarif Transjabodetabek rute Bandara Soekarno Hatta-Blok M.

Saat ini, kata dia, tarif Transjabodetabek untuk rute tersebut masih dibahas bersama DPRD DKI Jakarta.

“Segera memang harus diambil keputusan, terutama untuk Transjabodetabek yang ke bandara, yang pada waktu itu saya janjikan dalam waktu tiga bulan akan kita umumkan. Ini sudah lebih dari tiga bulan,” ujar Pramono.

Sebelumnya, Ketua DTKJ Sugihardjo mengusulkan tarif berlangganan bus Transjakarta sebesar Rp200.000 per bulan agar ongkos pekerja yang menggunakan angkutan umum tersebut setiap hari menjadi lebih terjangkau.

Skema itu diusulkan bersamaan dengan rencana penyesuaian tarif reguler Transjakarta menjadi Rp5.000 untuk layanan BRT, non-BRT, dan mikrotrans yang terintegrasi.

Dengan skema tersebut, pengguna akan memperoleh potongan biaya, berbeda dengan tarif harian.

Perhitungan tarif langganan itu didasarkan pada asumsi pengguna melakukan perjalanan pulang pergi selama 25 hari kerja dalam satu bulan.

“Jadi, kalau orang yang bekerja hitungannya sehari sebulan 25 hari kerja, itu tarifnya mestinya kalau Rp5.000 berangkat, Rp5.000 pulang, udah Rp10.000. Kan jadi kali 25 hari berapa? Rp250.000," papar Sugihardjo. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.