Harga Kondom Bisa Naik 30% Akibat Perang Iran
📅 Kamis, 23 Apr 2026, 00:02 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SLONDON - Produsen kondom terbesar di dunia, Karex Bhd asal Malaysia, berencana menaikkan harga sebesar 20 persen hingga 30 persen dan mungkin lebih tinggi lagi jika gangguan rantai pasokan berlanjut akibat perang Iran
Dari The Guardian, Karex juga melihat lonjakan permintaan kondom karena kenaikan biaya pengiriman dan keterlambatan pengiriman telah menyebabkan banyak pelanggannya memiliki persediaan yang lebih rendah dari biasanya, kata CEO perusahaan, Goh Miah Kiat kepada Reuters dalam sebuah wawancara pada hari Selasa (21/4).
“Situasinya jelas sangat rapuh, harga-harga mahal… Kami tidak punya pilihan selain membebankan biaya tersebut kepada pelanggan saat ini,” kata Goh.
Karex memproduksi lebih dari 5 miliar kondom setiap tahunnya dan merupakan pemasok untuk merek-merek terkemuka seperti Durex dan Trojan, serta sistem kesehatan nasional seperti NHS Inggris dan program bantuan global yang dijalankan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Produsen kondom ini bergabung dengan daftar perusahaan yang semakin panjang, termasuk produsen sarung tangan medis, yang bersiap menghadapi hambatan rantai pasokan karena perang Iran membebani aliran energi dan petrokimia dari Timur Tengah, mengganggu pengadaan bahan baku.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sejak konflik dimulai pada akhir Februari, Karex telah melihat peningkatan biaya untuk segala hal, mulai dari karet sintetis dan nitril yang digunakan dalam pembuatan kondom hingga bahan kemasan dan pelumas seperti aluminium foil dan minyak silikon, kata Goh.
Dia mengatakan Karex memiliki persediaan yang cukup untuk beberapa bulan ke depan dan berupaya meningkatkan produksi untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat, karena stok kondom global telah menurun secara signifikan setelah pemotongan besar-besaran dalam bantuan luar negeri , khususnya oleh Badan Pembangunan Internasional AS tahun lalu.
Permintaan kondom telah meningkat sekitar 30 persen tahun ini, dengan gangguan pengiriman yang semakin memperburuk kekurangan, katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pengiriman Karex ke berbagai tujuan seperti Eropa dan Amerika Serikat kini membutuhkan waktu hampir dua bulan untuk sampai, dibandingkan dengan satu bulan sebelumnya.
“Kami melihat lebih banyak kondom yang sebenarnya tersimpan di kapal yang belum sampai ke tujuan, padahal sangat dibutuhkan,” kata Goh, menambahkan bahwa banyak negara berkembang tidak memiliki stok yang cukup karena dibutuhkan waktu bagi produk tersebut untuk sampai ke mereka.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!