Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspada! Kasus Kanker Payudara Tembus 1,9 Juta pada 2025, Biaya Pengobatan BPJS Naik Drastis

📅 Rabu, 22 Apr 2026, 18:40 WIB | Oleh:
Waspada! Kasus Kanker Payudara Tembus 1,9 Juta pada 2025, Biaya Pengobatan BPJS  Naik Drastis Doc: ANTARA/HO-Fujifilm Indonesia
Ket. Ilustrasi petugas kesehatan melakukan pemeriksaan mammografi pada seorang perempuan penderita kanker payudara dengan teknologi mammografi digital berbasis kecerdasan buatan (AI) dari Fujifilm Indonesia di Jakarta.

JAKARTA - Data BPJS Kesehatan menunjukkan tren peningkatan kasus kanker payudara sekitar 860 ribu, dari 1.080.031 kasus pada tahun 2021 menjadi 1.941.410 kasus pada 2025, seiring dengan kenaikan biaya terverifikasi dari sekitar Rp1,03 triliun menjadi Rp1,99 triliun.

"Peningkatan ini menegaskan bahwa kanker payudara masih menjadi salah satu penyakit katastropik dengan beban pelayanan dan pembiayaan yang sangat signifikan dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)," kata Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah di Jakarta, Rabu (22/4).

Sepanjang 2025, katanya, tercatat sebanyak 79,5 juta peserta JKN telah melakukan skrining kesehatan. Dari jumlah tersebut, 34,6 juta atau 43,6 persen peserta teridentifikasi memiliki risiko penyakit tertentu.

Ada 14,4 juta peserta berisiko kanker serviks dan 1 juta peserta berisiko kanker payudara, dua penyakit yang banyak dialami perempuan dan membutuhkan deteksi dini.

Tren serupa, katanya, juga terlihat pada pelayanan kanker serviks, dengan jumlah kasus yang meningkat dari 278.760 kasus pada 2021 menjadi 452.522 kasus pada 2025. Sejalan dengan peningkatan kasus, biaya terverifikasi juga meningkat dari Rp410,34 miliar pada 2021 menjadi Rp723,74 miliar pada 2025.

Memperingati Hari Kartini, pihaknya mengajak perempuan Indonesia untuk lebih peduli pada kesehatan dengan memanfaatkan layanan kesehatan, mulai dari pencegahan penyakit hingga persalinan, sebagai bentuk nyata keberdayaan perempuan masa kini.

Rizzky mengatakan di balik keseharian perempuan yang mengurus keluarga, bekerja, dan menjalankan berbagai peran, sering kali kesehatan diri sendiri justru terabaikan. Oleh karena itu, deteksi dini merupakan kunci utama dalam menjaga kualitas hidup perempuan.

Pihaknya pun terus melakukan upaya edukasi dan mendorong perempuan untuk melakukan skrining agar penyakit dapat diketahui lebih awal dan ditangani secara optimal.

"Hasilnya terlihat pada tahun 2025, dimana capaian skrining mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan kesadaran peserta yang semakin baik terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak dini,” katanya.

Hasilnya cukup menggembirakan, lanjutnya, capaian skrining kesehatan perempuan menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Skrining kanker payudara mencatat 7.440 peserta pada 2024 dan meningkat tajam menjadi 30.159 peserta pada 2025. Sementara itu skrining kanker serviks melalui pemeriksaan IVA dan Pap Smear periode 2021–2025 telah menjangkau 1.579.810 peserta, terdiri dari 770.672 peserta IVA dan 809.138 peserta Pap Smear.

"Semangat Kartini hari ini kami wujudkan melalui kemudahan akses layanan kesehatan bagi perempuan. BPJS Kesehatan hadir untuk memastikan perempuan dapat memperoleh layanan promotif dan preventif sejak dini, sehingga kondisi kesehatan dapat terjaga secara berkelanjutan," katanya.

Perempuan memiliki peran strategis dalam keluarga dan masyarakat, katanya, khususnya sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan keluarga.

Kebiasaan hidup sehat di rumah tangga, mulai dari pola makan, aktivitas fisik, hingga kesadaran melakukan pemeriksaan kesehatan, umumnya dimulai dari perempuan, terutama ibu. Oleh karena itu kesehatan perempuan menjadi fondasi penting bagi terwujudnya keluarga yang sehat dan sejahtera.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.