Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tak Hanya Perempuan, Laki-laki Juga Berisiko Terkena Kanker Terkait HPV

📅 Rabu, 22 Apr 2026, 20:11 WIB | Oleh:

Ia juga menyoroti bahwa laki-laki cenderung tidak membangun kekebalan alami yang kuat setelah terinfeksi HPV. Kondisi ini meningkatkan risiko infeksi berulang atau persisten, yang dalam jangka panjang dapat berkembang menjadi kanker.

Lebih lanjut, risiko kanker orofaring akibat HPV pada laki-laki tercatat hingga empat kali lebih tinggi dibandingkan perempuan. Berbeda dengan kanker serviks yang memiliki sistem skrining rutin, kanker orofaring belum memiliki metode deteksi dini berbasis populasi, sehingga banyak kasus baru terdiagnosis pada tahap lanjut.

Pencegahan Sejak Dini Jadi Kunci

Ketiadaan metode skrining yang efektif pada laki-laki menjadikan pencegahan sebagai strategi utama. Ketua Satuan Tugas Imunisasi Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Hartono Gunardi, menekankan pentingnya imunisasi pada usia dini.

“Respons imun anak paling optimal terjadi pada usia 9 hingga 13 tahun. Oleh karena itu, imunisasi HPV pada usia sekolah dasar merupakan langkah paling efektif untuk perlindungan jangka panjang,” jelasnya.

Selain imunisasi, pendekatan pencegahan juga perlu dilakukan secara holistik. Hal ini mencakup edukasi mengenai kebersihan diri, perilaku hidup sehat, serta pemahaman tentang risiko kesehatan reproduksi sejak dini.

Menurut Hartono, pemberian imunisasi HPV pada anak merupakan bagian dari pemenuhan hak kesehatan dasar, sekaligus langkah preventif terhadap penyakit yang dapat dicegah.

“Jangan biarkan stigma menghalangi perlindungan medis yang fundamental ini,” tegasnya.

Peran Media dalam Edukasi Publik

Melalui Kelas Jurnalis 2026, penyelenggara juga menekankan pentingnya peran media dalam membentuk pemahaman masyarakat. Jurnalis dinilai memiliki posisi strategis dalam menyampaikan informasi kesehatan yang akurat, seimbang, dan berbasis data.

Forum ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara dunia medis, pemerintah, dan masyarakat luas, sehingga pesan mengenai pentingnya pencegahan HPV dapat tersampaikan secara lebih efektif.

Menuju Perlindungan Kesehatan yang Inklusif

Melalui kolaborasi ini, MSD Indonesia dan Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa perlindungan terhadap HPV harus dilakukan secara inklusif, tidak terbatas pada satu kelompok gender.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.