Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkeu Purbaya: Indonesia Geser Fokus ke Pertumbuhan Produktif, Target 6 Persen pada 2026

📅 Selasa, 21 Apr 2026, 03:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menkeu Purbaya: Indonesia Geser Fokus ke Pertumbuhan Produktif, Target 6 Persen pada 2026 Doc: Antara
Ket. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan, Indonesia tengah menggeser fokus pembangunan yang tidak hanya menjaga stabilitas, tetapi juga menuju pertumbuhan yang lebih produktif, bernilai tambah, dan menciptakan lapangan kerja berkualitas.

Purbaya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin (20/4), menyebutkan transformasi tersebut didorong melalui tiga pilar utama, yakni investasi, industrialisasi, dan produktivitas.

“Kita mendorong industri hilir, memperkuat sektor manufaktur, dan meningkatkan sumber daya manusia dan efisiensi. Jadi ke depannya, pertumbuhan Indonesia tidak hanya akan stabil, tetapi juga lebih produktif dan berkelanjutan serta lebih terdiversifikasi dan tangguh,” ujar Menkeu.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian agenda IMF-World Bank Spring Meeting pada 13-17 April di Washington, DC, Amerika Serikat (AS).

Selain itu, Purbaya mengatakan kinerja ekonomi Indonesia saat ini relatif kuat dibandingkan negara-negara G20 dan negara berkembang lainnya. Hal ini ditopang oleh pertumbuhan yang solid, inflasi rendah, serta defisit dan rasio utang yang terjaga.

Ketahanan tersebut tidak terlepas dari peran APBN sebagai shock absorber dalam melindungi daya beli masyarakat. Pihaknya juga tetap menjaga disiplin fiskal di bawah batas defisit 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

"Indonesia akan mengoptimalkan sinergi kebijakan fiskal, moneter, serta memanfaatkan peran Danantara dalam mobilisasi investasi di luar APBN," kata Bendahara Negara tersebut.

Selain itu, dalam forum IMFC Restricted Breakfast Meeting, Menkeu menyampaikan optimisme bahwa perekonomian Indonesia mampu mencetak pertumbuhan 5,4-6 persen pada 2026, meskipun di tengah ketegangan global.

Optimisme tersebut didukung oleh fondasi ekonomi nasional yang solid. Saat banyak negara mengalami perlambatan, ekonomi Indonesia tetap tumbuh 5,11 persen pada 2025.

Di samping itu, neraca perdagangan Indonesia masih mencatat surplus sebesar 1,27 miliar dolar AS pada Februari 2026, melanjutkan tren surplus selama 70 bulan berturut-turut.

Kinerja positif tersebut ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang kuat, inflasi yang terkendali, defisit fiskal yang terjaga, rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) yang rendah, serta keberlanjutan kebijakan hilirisasi.

Meski demikian, Menkeu menegaskan pemerintah tetap mewaspadai dinamika global, termasuk ketegangan di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi harga energi.

Pemerintah sudah memprioritaskan pembentukan bantalan fiskal untuk meredam guncangan harga serta memastikan stabilitas bahan bakar bersubsidi guna melindungi daya beli masyarakat.

Sebagai respons, pemerintah juga akan terus mendorong efisiensi belanja negara dan mempercepat transformasi struktural jangka panjang, termasuk melalui penguatan program hilirisasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.