Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jepang Bidik Buka Peluang Penjualan Senjata ke Luar Negeri

📅 Selasa, 21 Apr 2026, 16:17 WIB | Oleh:
Jepang Bidik Buka Peluang Penjualan Senjata ke Luar Negeri Doc: AFP/Philip Fong/Getty Images

TOKYO - Pemerintah Jepang mengumumkan revisi batasan peraturan ekspor peralatan pertahanan, Selasa (21/4), untuk membuka peluang penjualan senjata ke luar negeri untuk meningkatkan kerja sama keamanan dengan negara-negara mitra.

Kebijakan itu telah disetujui Kabinet dan Dewan Keamanan Nasional di bawah pemerintahan Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi sebagai upaya memperkuat industri pertahanan di tengah meningkatnya tantangan keamanan.

Menurut Pemerintah Jepang, situasi keamanan di Negeri Sakura itu saat ini menjadi yang paling serius sejak berakhirnya Perang Dunia II.

Revisi terhadap tiga prinsip tentang transfer peralatan dan teknologi pertahanan serta pedoman pelaksanaannya menghapus peraturan sebelumnya yang membatasi ekspor hanya pada lima kategori non-tempur, yaitu penyelamatan, transportasi, peringatan, pengawasan, dan penyapuan ranjau.

Meskipun peraturan baru itu pada prinsipnya melarang ekspor senjata ke negara-negara yang sedang berkonflik, revisi tersebut mengizinkan pengecualian dalam kondisi khusus dengan mempertimbangkan kebutuhan keamanan Jepang dan operasi militer Amerika Serikat di kawasan Indo-Pasifik.

Dalam kebijakan baru, peralatan pertahanan akan dibagi menjadi kategori senjata dan non-senjata berdasarkan kemampuan mematikan peralatan tersebut.

Ekspor peralatan pertahanan non-senjata, seperti radar peringatan dan sistem kendali, tidak dibatasi; sedangkan ekspor senjata, seperti kapal perusak dan rudal, hanya diperbolehkan ke negara dengan perjanjian perlindungan informasi rahasia dengan Jepang.

Perubahan peraturan, yang menyatakan bahwa parlemen hanya akan diberitahu tentang ekspor senjata setelah mendapat persetujuan pemerintah, kemungkinan akan menuai kritik dari partai-partai oposisi.

Mereka berpendapat bahwa parlemen harus memberikan persetujuan terlebih dahulu untuk menghindari keterlibatan Jepang dalam memperburuk konflik atau memicu perlombaan senjata.

Dewan Keamanan Nasional akan memeriksa dan memutuskan apakah akan menyetujui ekspor senjata; sementara jet tempur generasi berikutnya, yang sedang dikembangkan bersama Inggris dan Italia, akan menjadi pengecualian yang memerlukan persetujuan Kabinet.

Keputusan tersebut diambil setelah pertemuan Dewan Keamanan Nasional, yang dihadiri sejumlah pejabat tinggi, termasuk PM Takaichi, Kepala Sekretaris Kabinet Minoru Kihara, Menteri Luar Negeri Toshimitsu Motegi, dan Menteri Pertahanan Shinjiro Koizumi. Ant/Kyodo

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Wilayah Barat dan Timur Bog...

BBM Mahal, Warga Tangerang Hijrah ke Pertalite

26 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
BBM Mahal, Warga Tangerang ...

Bandit yang Memalak di Jakarta Pusat Diringkus

30 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Bandit yang Memalak di Jaka...
Luar Negeri
Swiss Siap Menjadi Tuan Rum...

Warga Russia Dibatasi dalam Membeli Bahan Bakar Kendaraan

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Luar Negeri
Warga Russia Dibatasi dalam...
Nasional
IABI: Gempa Magnitudo 6,7 d...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp73.000/...
Megapolitan
Warga Tangerang Pertimbangk...
Ekonomi
Pertamina Geothermal Energy...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

16 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.