Danantara Siap Suntik Dukungan, KAI Bakal Perluas Jaringan Kereta di Kalimantan dan Sulawesi
📅 Senin, 20 Apr 2026, 18:15 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus COO BPI Danantara, Dony Oskaria, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pusat PT Kereta Api Indonesia (Persero) di Bandung, Senin (20/4). Kunjungan tersebut menjadi momentum penting dalam mempercepat transformasi sektor perkeretaapian nasional.
Pertemuan yang berlangsung di Auditorium Kantor Pusat KAI itu disambut langsung oleh Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, bersama jajaran manajemen. Diskusi berlangsung terbuka dengan fokus pada penyelarasan arah pengembangan transportasi massal yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Dalam pembahasan tersebut, berbagai langkah strategis dibahas untuk memperkuat peran KAI sebagai tulang punggung transportasi nasional. Mulai dari peningkatan kapasitas layanan, penguatan jaringan, hingga dampaknya terhadap mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.
Dony Oskaria menegaskan bahwa transformasi transportasi massal menjadi salah satu prioritas utama pemerintah saat ini. Ia menyebut KAI diharapkan menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan sistem transportasi yang modern dan efisien.
"Transformasi transportasi massal menjadi harapan Presiden Prabowo, dan dalam hal ini KAI diharapkan menjadi lokomotif utamanya. Karena itu, kebutuhan pengembangan KAI perlu disampaikan secara jelas agar kami dapat memastikan dukungan penuh dari Danantara dan BP BUMN, baik dari sisi pendanaan, kebijakan, maupun penguatan ekosistem, sehingga percepatan transformasi perkeretaapian dapat berjalan lebih terarah dan berdampak luas bagi masyarakat," ujar Dony.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menambahkan bahwa arah pengembangan perkeretaapian nasional akan difokuskan pada tiga aspek utama. Ketiga aspek tersebut meliputi keselamatan, kenyamanan, dan konektivitas sebagai fondasi utama dalam membangun sistem transportasi massal yang andal.
Salah satu fokus utama yang dibahas adalah pengembangan elektrifikasi jaringan kereta api, khususnya di kawasan perkotaan. Program ini mencakup peningkatan kapasitas lintas Tanah Abang–Rangkasbitung, elektrifikasi lintas Cikarang - Cikampek, serta rencana pengembangan jalur Bogor - Cigombong.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjawab kebutuhan mobilitas yang terus meningkat di wilayah aglomerasi. Terlebih, KRL saat ini menjadi tulang punggung transportasi harian dengan volume penumpang yang telah melampaui satu juta orang per hari.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain di Pulau Jawa, pengembangan perkeretaapian di wilayah lain juga menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. KAI mendorong peningkatan angkutan berbasis komoditas di Sumatra, ekspansi jaringan logistik di Kalimantan, serta pembukaan peluang jaringan baru di Sulawesi.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa perusahaan terus melakukan transformasi secara terarah dan terintegrasi. Menurutnya, perkeretaapian tidak hanya berfungsi sebagai moda transportasi, tetapi juga sebagai penghubung utama aktivitas ekonomi masyarakat.
"KAI memandang perkeretaapian sebagai sistem yang menghubungkan masyarakat, wilayah, dan aktivitas ekonomi. Ketika konektivitas semakin luas, pergerakan masyarakat menjadi lebih mudah dan peluang ekonomi dapat tumbuh lebih merata," ujar Bobby.
Saat ini, KAI mengelola jaringan sepanjang 7.048 kilometer dengan 599 stasiun aktif serta didukung lebih dari 11.000 sarana operasional. Infrastruktur tersebut menjadi fondasi dalam memperluas jangkauan layanan sekaligus meningkatkan aksesibilitas transportasi bagi masyarakat.
Transformasi yang dilakukan KAI juga mencakup modernisasi layanan dan peningkatan kapasitas angkutan. Pada sektor perkotaan, kapasitas KRL diproyeksikan meningkat dari sekitar 1,1 juta menjadi 1,4 juta penumpang per hari pada 2030.
Selain itu, KAI mulai mengembangkan inovasi teknologi melalui penggunaan Battery Electric Multiple Unit (BEMU). Teknologi ini diharapkan menjadi solusi transportasi rendah emisi yang fleksibel untuk lintas yang belum sepenuhnya terelektrifikasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!