Akses Makin Terbuka, KAI Daop Bandung Hidupkan Lagi Jalur Cibeber–Lampegan
📅 Senin, 20 Apr 2026, 18:10 WIB | Oleh: Tim PenulisBANDUNG – Pembukaan kembali jalur Stasiun Cibeber–Lampegan menjadi langkah strategis dalam memperkuat konektivitas transportasi di wilayah tersebut, sekaligus menghidupkan kembali jalur yang sebelumnya tidak aktif.
Secara analitis, reaktivasi ini berpotensi menurunkan biaya logistik dan waktu tempuh, serta meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap pusat-pusat ekonomi, pendidikan, dan layanan publik.
Dari perspektif ekonomi regional, beroperasinya kembali jalur ini dapat memicu pergerakan aktivitas usaha di sepanjang lintasan, terutama sektor perdagangan lokal dan UMKM yang bergantung pada arus mobilitas penumpang maupun barang. Efek ini juga dapat memperluas peluang investasi di kawasan sekitar stasiun.
Namun, keberlanjutan manfaatnya sangat ditentukan oleh tingkat okupansi, efisiensi operasional, serta integrasi dengan moda transportasi lain.
Tanpa dukungan permintaan yang memadai dan pengelolaan yang optimal, reaktivasi jalur berisiko tidak memberikan dampak ekonomi yang signifikan dalam jangka panjang.
Sebaiknya Anda baca juga:
PT KAI Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung membuka kembali petak jalan Stasiun Cibeber-Stasiun Lampegan pada Senin pukul 12.30 WIB pada jalur Sukabumi-Cipatat, namun 727 penumpang KA Siliwangi terpaksa membatalkan perjalanan.
Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo mengatakan setelah jalur dinyatakan aman pascapenanganan darurat titik kikisan rel di Km 74+9/0 yang sempat memutus transportasi vital di wilayah itu, 727 penumpang KA Siliwangi terpaksa melakukan pembatalan perjalanan akibat dampak domino dari empat jadwal keberangkatan yang batal dioperasikan sejak Minggu (19/4) malam hingga Senin siang.
"Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak. KAI memastikan seluruh proses pembatalan tiket dilakukan sesuai ketentuan. Seluruh tiket yang dibatalkan kami kembalikan 100 persen di luar bea pemesanan dengan jangka waktu maksimal 7x24 jam," ujar Kuswardojo di Bandung, Senin.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kuswardojo merinci pembatalan tersebut mencakup perjalanan KA Siliwangi (345) pada hari Minggu, serta tiga perjalanan pada Senin. Langkah ini diambil demi menjamin keselamatan penumpang di tengah pengerjaan teknis yang dilakukan tanpa henti oleh tim prasarana di lapangan.
Momentum pemulihan jalur sendiri ditandai dengan melintasnya KA Siliwangi (343) relasi Cipatat-Sukabumi pada pukul 15.35 WIB. Kereta pertama tersebut berhasil melewati titik bekas kikisan tanah alas rel dengan pengawalan ketat petugas dan pembatasan kecepatan demi aspek keamanan.
"KAI memastikan bahwa jalur telah dapat dilalui kembali mulai pukul 12.30 WIB dengan tetap mengutamakan keselamatan perjalanan melalui penerapan kecepatan terbatas," ujar Kuswardojo.
Saat ini, petugas prasarana masih bersiaga di lokasi untuk melakukan penyempurnaan jalur guna mengejar normalisasi sesuai Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka). KAI berkomitmen melakukan pemantauan rutin agar pembatasan kecepatan dapat segera dicabut.
"Kami terus berkomitmen untuk melakukan pemantauan dan penyempurnaan kondisi jalur agar dapat segera kembali normal sepenuhnya sesuai standar operasional yang berlaku," tuturnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (1)
25 Apr 2026, 14:01 WIB.
Berita busuk, itu bukan pembukaan jalur baru hanya reaktifasi jalur setelah 1 atau 2 hari terganggu oleh rel yang terkikis. Seperti penulis artikel tidak memahami jalur KA wilayah itu
BalasSilakan login via Google untuk dapat memberi komentar!