Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Minyakita di Malang Menipis, Bulog Gandeng Satgas Pangan Antisipasi Kelangkaan Mendadak

📅 Minggu, 19 Apr 2026, 18:20 WIB | Oleh:
Minyakita di Malang Menipis, Bulog Gandeng Satgas Pangan Antisipasi Kelangkaan Mendadak Doc: ANTARA/Ananto Pradana
Ket. Ilustrasi - Minyak goreng Minyakita kemasan 1 liter milik salah satu pedagang di Pasar Bunul, Kota Malang, Jawa Timur.

MALANG - Perum Bulog Cabang Malang meningkatkan pengawasan rutin di sejumlah pasar tradisional guna menjamin stabilitas pasokan dan harga minyak goreng bersubsidi, Minyakita. Langkah ini diambil menyusul laporan bahwa ketersediaan komoditas tersebut di gudang Bulog setempat kini tersisa sekitar 9.000 liter, jumlah yang dinilai belum sepenuhnya aman di tengah tingginya daya serap pasar.

"Insya Allah kami selalu melakukan monitoring stok yang ada di Pasar Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), seperti di Pasar Dinoyo dan Pasar Bunul," kata Kepala Perum Bulog Cabang Malang M Nurjuliansyah Rachman di Kota Malang, Minggu.

Dalam mekanisme pengawasan rutin tersebut pihaknya menggandeng satuan tugas (satgas) pangan dari Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota. Apabila ditemukan potensi berkurangnya ketersediaan Minyakita di pasar, maka Bulog akan langsung intervensi dengan menambah pasokan.

Nurjuliansyah menyampaikan saat ini ketersediaan Minyakita di Kota Malang tersisa sekitar 9 ribu liter.

"Kalau dibilang aman masih belum. Saat ini (kebutuhan) tidak terbatas, berapa pun pasti terserap pasar," ucap dia.

Melihat situasi tersebut, dia meminta masyarakat tak perlu cemas sebab Perum Bulog Malang telah berkoordinasi dengan Perum Bulog Jawa Timur untuk memberikan pasokan tambahan ke Kota Malang.

Meski demikian, Bulog Malang masih belum mengetahui berapa banyak distribusi tambahan yang akan diberikan khusus untuk wilayah itu.

"Kalau penambahan itu kami tidak bisa menentukan kuantumnya karena itu bergantung produsen yang mengirimkan. Jadi, begitu mendapatkan informasi kalau sudah ada kami langsung ambil," ucapnya.

Ia memastikan bahwa pihaknya maupun Bulog Jawa Timur selalu berupaya memenuhi kebutuhan komoditas Minyakita untuk menjaga daya beli masyarakat.

"Diupayakan (terpenuhi) karena kantor wilayah (Bulog Jawa Timur) kan ada 13 cabang di seluruh kabupaten dan kota, sehingga (pasokan) dibagi untuk menjaga harganya tetap hijau sesuai harga eceran tertinggi atau HET itu," kata dia.

Adapun HET untuk minyak goreng Minyakita adalah Rp15.700 per liter.

Sementara itu, salah seorang pedagang di Pasar Bunul, Kota Malang, Supriyono mengatakan stok Minyakita di lapak miliknya masih terbilang aman, lantaran baru saja mendapatkan pasokan tambahan sebanyak 12 dus.

Ketersediaan itu diperkirakannya mampu bertahan sampai satu pekan depan.

Ia juga menyatakan Minyakita merupakan komoditas yang paling dicari oleh masyarakat lantaran harganya terjangkau jika dibandingkan dengan minyak goreng kemasan premium.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

35 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.