Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Peredaran Satwa Ilegal Disorot, BKSDA Maluku Turunkan Tim K9 di Ambon

📅 Sabtu, 18 Apr 2026, 19:48 WIB | Oleh:
Peredaran Satwa Ilegal Disorot, BKSDA Maluku Turunkan Tim K9 di Ambon Doc: Antara Foto
Ket. BKSDA Maluku melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah instansi untuk persiapan implementasi K9, di Ambon,

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku memperkuat upaya pengawasan terhadap peredaran ilegal satwa liar dengan melibatkan anjing deteksi (K9) di daerah itu, khususnya Kota Ambon.

“Implementasi K9 dinilai mampu memperkuat deteksi terhadap upaya penyelundupan satwa liar yang selama ini sulit diidentifikasi dengan metode konvensional,” kata Polisi Kehutanan (Polhut) BKSDA Maluku Denny Soewarlan, di Ambon, Jumat.

Langkah ini ditandai dengan pelaksanaan kegiatan asesmen implementasi K9 yang digelar di salah satu hotel di Ambon. Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara BKSDA Maluku dan Wildlife Conservation Society Indonesia Program.

Ia menyampaikan, kegiatan ini menjadi bagian dari strategi meningkatkan efektivitas pengawasan di pintu-pintu keluar masuk barang dan orang, terutama di kawasan pelabuhan.

Kegiatan tersebut turut melibatkan sejumlah instansi terkait, di antaranya Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Maluku, Polsek Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Ambon, serta PT Pelabuhan Indonesia (Persero) dan PT Pelni Cabang Ambon.

Dalam forum tersebut, berbagai masukan teknis dibahas, termasuk rencana operasional dan penempatan unit K9 di titik-titik strategis.

Kehadiran anjing deteksi itu diharapkan menjadi garda terdepan dalam mencegah praktik perdagangan ilegal satwa liar di Maluku.

“Implementasi K9 diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengawasan, khususnya dalam mendeteksi peredaran ilegal satwa liar yang kerap luput dari pemeriksaan biasa,” ujarnya.

Seluruh instansi yang terlibat juga menyatakan komitmen bersama untuk mendukung penerapan K9 secara berkelanjutan.

Upaya ini diharapkan tidak hanya memperkuat pengawasan, tetapi juga memberikan efek jera bagi pelaku perdagangan ilegal satwa liar di wilayah Maluku.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ada Penambahan Diskotek Baru di Surabaya

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.