Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Kedelai Nggak Naik! Bapanas Tegaskan Stok Aman, Importir Diminta Jaga Harga

📅 Sabtu, 18 Apr 2026, 21:54 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Harga Kedelai Nggak Naik! Bapanas Tegaskan Stok Aman, Importir Diminta Jaga Harga Doc: Antara
Ket. Badan Pangan Nasional (Bapanas) bergerak cepat menjaga stabilitas pasokan dan harga kedelai nasional di tengah dinamika geopolitik global, termasuk ketegangan di kawasan Timur Tengah

JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) bergerak cepat menjaga stabilitas pasokan dan harga kedelai nasional di tengah dinamika geopolitik global, termasuk ketegangan di kawasan Timur Tengah. Melalui koordinasi intensif bersama para pelaku usaha, Bapanas memastikan kondisi harga kedelai di tingkat pengrajin tahu dan tempe tetap terkendali dan berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP).

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menyampaikan bahwa langkah antisipatif telah dilakukan melalui rapat koordinasi dengan para importir kedelai nasional. Berdasarkan hasil pemantauan, harga kedelai di tingkat importir untuk kualitas tertinggi saat ini berada pada kisaran Rp10.100 hingga Rp10.200 per kilogram.

“Kami telah melakukan langkah antisipasi melalui rapat koordinasi dengan para importir. Saat ini harga kedelai relatif baik. Di tingkat konsumen atau pengrajin, khususnya di wilayah Jawa dan Bali, harga tertinggi berada di kisaran Rp11.000 per kilogram,” ujar Ketut, Jumat (17/4).

Harga tersebut dinilai masih dalam batas aman karena berada di bawah HAP yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp12.000 per kilogram. Meskipun terdapat penyesuaian dibandingkan periode sebelumnya, Bapanas menegaskan bahwa kenaikan yang terjadi masih dalam batas wajar dan tidak menunjukkan lonjakan yang signifikan.

Dalam rangka memperkuat pengawasan, Bapanas juga mewajibkan para importir untuk melaporkan setiap rencana perubahan harga sebelum diberlakukan. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan transparansi pembentukan harga serta menjaga kelancaran distribusi dan ketersediaan pasokan di seluruh wilayah.

Selain itu, pemerintah melalui Bapanas telah menugaskan Perum Bulog untuk melakukan pengadaan cadangan kedelai sebanyak 70.000 ton sebagai langkah mitigasi dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga di dalam negeri.

Terkait adanya laporan harga kedelai di wilayah Aceh yang masih menyentuh Rp12.000 per kilogram, Bapanas akan segera melakukan pendalaman terhadap rantai distribusi. “Kami akan mengumpulkan distributor dan importir untuk wilayah Aceh guna memastikan distribusi berjalan efisien sehingga harga di tingkat pengrajin dapat lebih terkendali,” tegas Ketut. 

Di tingkat lapangan, aktivitas pengrajin tahu dan tempe terpantau tetap berjalan normal. Salah satu pengrajin di Wonosobo, Jawa Tengah, Ngaliman, menyampaikan bahwa pasokan kedelai masih lancar tanpa hambatan.

“Pasokan tidak berubah, tetap lancar. Jumlah tenaga kerja juga tidak berubah. Namun, kami melakukan sedikit penyesuaian ukuran produk sebagai respons terhadap perubahan biaya produksi,” ujarnya.

Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah terus mendorong penguatan produksi kedelai dalam negeri guna mengurangi ketergantungan terhadap impor yang saat ini masih cukup tinggi. Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman tengah menyiapkan berbagai program peningkatan produksi melalui penyediaan lahan, benih unggul, serta pendampingan kepada petani secara bertahap dan berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.