Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ratusan Aduan Perubahan Desil Meresahkan

8 Senin, 28 Sep 2026, 01:05 WIB | Oleh:
Ratusan Aduan Perubahan Desil Meresahkan Ratusan Aduan Perubahan Desil Meresahkan Doc: ANTARA/HO-DPRD DKI Jakarta
Ket. Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta August Hamonangan.

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Jakarta diminta menyelesaikan ratuan aduan terkait perubahan desil. “Ratuan orang tiba-tiab dihentikan bantuan sosialnya karena perubahan kategori desil. Ini harus cepat diselesaikan,” tutur anggota Komisi C DPRD Jakarta, August Hamonangan, Minggu (27/9).

Dia menerima setidaknya 265 aduan warga agar diperbaiki desilnya. Itu aduan sepanjang Juli-September. Menurut August, banyak warga mengeluhkan perubahan kategori desil secara tiba-tiba, meskipun kondisi ekonominya tidak berubah, bakan makin menurun.

“Selama dua bulan ke belakang, kami menerima 265 aduan dari warga yang melayangkan permohonan perbaikan desil. Ada banyak warga yang mengalami kenaikan kategori desil secara tiba-tiba,” ujar August. Dia menjelaskan, persoalan kategorisasi desil muncul seiring penerapan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Hal itu dilakukan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 dan Peraturan Menteri Sosial Nomor 3 Tahun 2025.

DTSEN dibentuk untuk memutakhirkan dan memadankan sejumlah basis data sosial ekonomi nasional. August menilai, DTSEN masih perlu diperbaiki karena ditemukan warga yang merasa kategori desilnya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Menurutnya, kondisi itu antara lain dapat terjadi karena proses verifikasi dan validasi data tidak benar.

“Perubahan ke sistem DTSEN ini baik untuk memusatkan data warga terkait kesejahteraannya. Tapi, dalam praktiknya, banyak warga tidak disurvei,” katanya. August juga menyoroti alokasi anggaran bantuan sosial (bansos) dalam APBD Perubahan 2026untukDinas Sosial Jakarta yang mencapai Rp803 miliar.Menurut August, anggaran yang bersumber dari pajak tersebut harus disalurkan secara akuntabel kepada warga yang benar-benar membutuhkan.

Lebih jauh, dia mendorong pembukaan ruang sanggah seluas-luasnya bagi warga yang keberatan dengan penetapan desil. Pemprov juga diminta berkoordinasi dengan Kementerian Sosial dan Badan Pusat Statistik untuk verifikasi ulang terhadap data warga yang mengajukan keberatan. “Pendamping Sosial kelurahan dan jajaran Dinas Sosial harus membuka ruang seluas-luasnya bagi warga yang ingin menyanggah kenaikan kategori desil,” tandasnya.

Segera Benahi

Sebelumnya, Ketua Komisi E DPRD Jakarta, M Subki, juga sudah minta Dinsos memperkuat Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) untuk membenahi persoalan data desil penerima bantuan sosial. Menurut Subki, persoalan desil hingga kini masih menimbulkan keresahan. Ketidakakuratan data tersebut berdampak pada sejumlah program bantuan dan layanan sosial seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), BPJS Kesehatan, hingga Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).

“Kami ingin agar data segera diperbaiki, khususnya solusi tentang desil yang masih meresahkan,” jelasnya. Ada yang KJP-nya putus. Ada yang BPJS-nya bermasalah. Demikian dengan KJMU dan sebagainya. “Semua bergantung pada data desil,” ujar Subki.

Menurut Subki, Jakarta membutuhkan pendekatan pendataan yang lebih sesuai dengan karakteristik masyarakat ibu kota. Sebab, tingkat penghasilan dan beban hidup warga Jakarta berbeda dengan daerah lain. Maka, penerapan indikator nasional perlu disesuaikan dengan kondisi setempat.

Karena itu, dia mendorong, Dinsos memperkuat kapasitas Pusdatin agar tidak hanya berperan sebagai pengelola data. Mereka juga mesti mampu memberikan dasar yang kuat dalam menentukan kebijakan terkait desil penerima bansos.

Semua ini berangkat dari data. Dinas Sosial punya Pusdatin, Pusat Data dan Informasi Jamsos/Sosial milik Pemprov Jakarta. “Posisi ini mesti diperkuat agar program kegiatan bisa lebih mengena, utamanya terkait keputusan tentang desil.

Subki menilai, pengelolaan data secara mandiri diperlukan terutama untuk program bansos yang menggunakan APBD. Sedangkan untuk bansos yang bersumber dari pemerintah pusat, Pemprov tetap dapat mengacu pada ketentuan dan data nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
Olahraga
Peluang Besar bagi Bezzecch...
Luar Negeri
Anak-anak Paling Rentan, Ka...
Advertisement
Luar Biasa Seru, Persija Tundukkan Persebaya 1-0, Gol Menit 89   

Luar Biasa Seru, Persija Tundukkan Persebaya 1-0, Gol Menit 89  

07 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.