Serie A Italia: Masa Depan Gasperini di Roma Terancam, Konflik Internal Bayangi Misi Lolos ke Liga Champions
📅 Jumat, 17 Apr 2026, 06:00 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraMILAN, ITALIA — Masa depan Gian Piero Gasperini di kursi pelatih AS Roma mulai diselimuti ketidakpastian. Perselisihan terbuka dengan Claudio Ranieri justru mencuri perhatian jelang laga krusial kontra Atalanta, Minggu (20/4) dini hari WIB, pertandingan yang bisa menentukan peluang Roma menembus Liga Champions.
Gasperini, yang musim panas lalu meninggalkan Atalanta setelah sembilan tahun penuh kesuksesan, didatangkan untuk menggantikan Ranieri. Saat itu, Ranieri yang kini menjabat penasihat senior keluarga Friedkin, bahkan menyebut Gasperini sebagai sosok “yang tepat” untuk membawa Roma kembali ke puncak sepak bola Italia.
Namun hubungan keduanya kini retak. Gasperini, yang dikenal blak-blakan, secara terbuka mengkritik kebijakan transfer klub dan bahkan mengisyaratkan dirinya tidak dilibatkan dalam perekrutan beberapa pemain.
Ranieri membantah keras tudingan tersebut. Menjelang kemenangan telak 3-0 atas Pisa pekan lalu, pelatih berusia 74 tahun itu menegaskan bahwa setiap pemain yang direkrut sejak Juni lalu telah melalui persetujuan Gasperini.
“Saya penasihat keluarga Friedkin, bukan penasihat Gasperini,” tegas Ranieri.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Tidak ada satu pun pemain yang datang tanpa persetujuannya. Jika mereka tidak berkembang atau tidak cukup baik, tentu bisa kami evaluasi.”
Konflik ini semakin meluas hingga memancing reaksi legenda klub, Francesco Totti. Ia meminta kedua tokoh tersebut menghentikan polemik demi menghormati para suporter.
Media Italia bahkan melaporkan bahwa salah satu dari Gasperini atau Ranieri kemungkinan besar akan meninggalkan klub pada akhir musim. Padahal, kompetisi tinggal menyisakan enam pertandingan, dengan satu target utama Roma: lolos ke Liga Champions.
Sebaiknya Anda baca juga:
Roma terakhir kali tampil di kompetisi elite Eropa itu tujuh tahun lalu, saat disingkirkan Porto di babak 16 besar. Musim ini, perjuangan mereka juga tidak mudah. Roma kini berada di peringkat keenam, terpaut tiga poin dari Juventus di posisi keempat, setelah kalah tiga kali dalam lima laga terakhir.
Tim asuhan Gasperini juga hanya sekali menang atas rival langsung perebutan empat besar—melawan Como pada Desember. Sementara Atalanta, pesaing lain, tertinggal enam poin dari Juventus namun masih memiliki peluang.
Di laga lain, Inter Milan akan menjamu Cagliari pada hari Sabtu (19/4) dini hari WIB. Inter berpeluang semakin dekat dengan gelar Serie A ke-21 setelah kemenangan dramatis atas Como pekan lalu membuat tim asuhan Cristian Chivu unggul sembilan poin dari Napoli.
Secara matematis, Inter bahkan bisa mengunci gelar sebelum akhir bulan jika memenangkan dua laga berikutnya dan Napoli gagal meraih kemenangan. Namun skenario tersebut tidak mudah, mengingat Napoli akan menghadapi Lazio dan kemudian menjamu Cremonese.
Pemain Kunci: Denzel Dumfries
Performa Denzel Dumfries kembali menanjak setelah pulih dari operasi pergelangan kaki kiri. Bek sayap asal Belanda itu tampil impresif dengan dua gol saat melawan Como.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!