Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

RUU Hukum Perdata Internasional dan Desain Industri Segera Dibahas

📅 Jumat, 17 Apr 2026, 03:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
RUU Hukum Perdata Internasional dan Desain Industri Segera Dibahas Doc: Antara
Ket. Wakil Menteri Hukum Eddy Hiariej (tengah) dalam rapat kerja bersama Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat (Baleg DPR) RI di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

JAKARTA - Wakil Menteri Hukum (Wamenkum) Edward Omar Sharif Hiariej mengungkapkan sebanyak tiga rancangan undang-undang dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2026 sudah masuk pembahasan tingkat pertama per bulan April.

Dalam rapat kerja bersama Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat (Baleg DPR) RI di Jakarta, Rabu (15/4), ia mengatakan terdapat 15 RUU yang menjadi inisiatif pemerintah dalam prolegnas.

“Sebanyak tiga RUU yang masuk dalam tahap pembahasan tingkat I, yaitu RUU tentang Hukum Acara Perdata, RUU tentang Hukum Perdata Internasional, dan RUU tentang Desain Industri,” ujar pria yang akrab disapa Eddy tersebut, seperti dikutip dari keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (16/4).

Kemudian, lanjut Eddy, terdapat dua RUU yang telah disampaikan oleh pemerintah kepada DPR dan menunggu pembahasan, yakni RUU tentang Pelaksanaan Pidana Mati dan RUU tentang Keamanan dan Ketahanan Siber.

Selanjutnya, sebanyak tiga RUU sedang dalam tahap permohonan surat presiden, yang meliputi RUU tentang Perubahan Ketiga atas UU Nomor 10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran, RUU tentang Jaminan Benda Bergerak serta RUU tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal.

Selain itu, Eddy menambahkan tujuh RUU lainnya masih dalam proses pembahasan internal oleh pihak pemerintah.

Ketujuh RUU tersebut meliputi RUU tentang Narkotika dan Psikotropika, RUU tentang Perubahan atas UU Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia, serta RUU tentang Pemindahan Narapidana Antarnegara.

Lalu, RUU tentang Badan Usaha, RUU tentang Perubahan atas UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, RUU tentang Perubahan atas UU Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat, dan RUU tentang Pengadaan Barang dan Jasa Publik.

Wamenkum mengatakan pemerintah sangat setuju RUU Advokat menjadi prioritas karena Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) sudah berubah sehingga diperlukan koreksi terhadap profesi advokat. RUU tersebut akan dipersiapkan karena merupakan inisiatif dari pemerintah.

Mewakili pemerintah, Eddy juga mengusulkan satu RUU dari daftar Prolegnas Jangka Menengah untuk masuk dalam daftar Prolegnas Prioritas Tahun 2026 Perubahan, yaitu RUU tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman. “Nomor urut 183, inisiatif pemerintah, untuk masuk ke dalam daftar Prolegnas Prioritas Tahun 2026 Perubahan dan dialihkan menjadi inisiatif DPR,” ­katanya. Ant/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Iran Resmi Tutup Selat Hormuz

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Iran Resmi Tutup Selat Hormuz
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Event Seru di Jakarta Akhir Pekan 13-14 Juni: Serunya Jakarta Fair 2026 hingga JAKIM

Event Seru di Jakarta Akhir Pekan 13-14 Juni: Serunya Jakarta Fair 2026 hingga JAKIM

12 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.