Papua Jadi Magnet Baru, Investor Belanda Bidik Potensi Energi dan Ekonomi
📅 Jumat, 17 Apr 2026, 10:25 WIB | Oleh: Tim PenulisJAYAPURA – Kerja sama energi dan ekonomi antara daerah dengan negara lain mencerminkan pergeseran peran subnasional dalam diplomasi pembangunan.
Di tengah keterbatasan fiskal dan kebutuhan investasi yang besar, pemerintah daerah tidak lagi sekadar menjadi pelaksana kebijakan pusat, tetapi mulai aktif membangun kemitraan strategis untuk mengakses teknologi, pendanaan, dan pasar global.
Sektor energi, khususnya energi terbarukan, menjadi pintu masuk utama karena memiliki daya tarik investasi sekaligus relevan dengan agenda transisi energi dunia.
Namun, efektivitas kerja sama ini sangat ditentukan oleh kesiapan kelembagaan, kepastian regulasi, serta kemampuan daerah dalam merancang proyek yang bankable.
Tanpa perencanaan yang matang, kerja sama berisiko berhenti pada level nota kesepahaman tanpa realisasi konkret.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, sinkronisasi dengan kebijakan nasional menjadi penting agar tidak terjadi tumpang tindih atau konflik kepentingan.
Dengan demikian, kerja sama lintas negara di tingkat daerah bukan hanya soal membuka peluang ekonomi, tetapi juga menguji kapasitas tata kelola lokal dalam mengelola investasi dan memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Investor asal Belanda menjajaki berbagai potensi pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dan ekonomi di Papua untuk membuka peluang kerja sama yang konkret, kata Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Aryoko di Jayapura, Kamis (16/4), mengatakan kunjungan tersebut telah melalui prosedur resmi dan terkoordinasi dengan pemerintah pusat, sehingga diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang konkret.
"Rombongan investor langsung melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi untuk melihat potensi unggulan Papua, mulai dari sumber energi terbarukan hingga sektor perkebunan dan hasil hutan," katanya usai pertemuan di Kantor Gubernur Papua.
Menurut Aryoko, kunjungan delegasi misi penjajakan kerja sama dan bisnis yang dipimpin Alfred van der Klis ke Bumi Cenderawasih guna melihat langsung kondisi alam setempat.
“Hari ini rombongan telah melihat potensi air sebagai sumber energi listrik, kemudian energi surya di beberapa wilayah, serta potensi lokal seperti sagu yang sudah dikelola masyarakat,” ujar dia.
Dia menjelaskan, pengembangan potensi lokal menjadi fokus utama dalam kerja sama tersebut guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.
"Selain itu rombongan juga menaruh perhatian pada komoditas lain seperti minyak kayu putih, kakao, dan vanili yang dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi," katanya lagi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!