Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Overtourism, Pemerintah Perlu Kembangkan Destinasi Wisata Alternatif di Labuan Bajo

📅 Jumat, 17 Apr 2026, 08:35 WIB | Oleh:
Cegah Overtourism, Pemerintah Perlu Kembangkan Destinasi Wisata Alternatif di Labuan Bajo Doc: ANTARA
Ket. Wisatawan mendaki ke puncak Pulau Padar, di kawasan Taman Nasional (TN) Komodo di Manggarai Barat, NTT, Jumat (23/05/2025).

JAKARTA - Dewan Pakar Bidang Pariwisata dari BA Center Taufan Rahmadi menilai pemerintah perlu memikirkan cara untuk mengembangkan destinasi alternatif di Labuan Bajo, NTT untuk mencegah terjadinya kelebihan kapasitas kunjungan wisatawan (overtourism).

"Kita ini bicara bukan hanya membuka sebuah lokasi destinasi baru ya, tetapi concern saya itu adalah bagaimana setiap kebijakan pariwisata itu mampu membangun sebuah ekosistem pariwisata yang utuh," kata Taufan di Jakarta, Kamis (16/4).

Taufan menyebut pengembangan destinasi alternatif itu merupakan salah satu upaya untuk mengurangi kelebihan kunjungan khususnya di Taman Nasional Komodo, yang jadi salah satu destinasi yang harus diperhatikan kelestariannya.

Ada tiga hal mendasar yang perlu dipersiapkan pemerintah dalam mengembangkan destinasi alternatif yakni membangun aksesibilitas atau konektivitas, karena tidak semua daerah di Labuan Bajo bisa diakses dengan mudah secara optimal baik dari jalan, transportasi laut maupun integrasi antardestinasi.

Kedua, perlu dilakukan kurasi produk wisata yang berbasis pada kearifan lokal. Seluruh produk itu harus dikemas dengan narasi yang kuat, sehingga bisa menjadi kekuatan daripada produk wisata yang ada di daerah tersebut.

"Kita tahu bahwa Labuan Bajo dan Flores itu, kekuatannya itu ada di budaya, desa wisata, landscape, daratan, hingga wisata minat khusus seperti treking, geowisata, wisata bahari, yang tidak hanya mesti komodo," ujar Taufan.

Hal yang perlu disiapkan terkait dengan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pelaku lokal. Menurutnya, pengalaman kapasitas masyarakat menjadi sesuatu yang penting. Ini menjadi standarisasi layanan sehingga wisatawan merasa dia dilayani dengan keramahtamahan, dengan kualitas layanan yang memang sesuai dengan harapan wisatawan.

"Dan ini bisa berdampak kepada pergerakan ekonomi lokal yang menurut saya sangat signifikan. Jadi kita harus mulai melihat bahwa ada peluang lain.Labuan Bajo tidak hanya bergantung pada satu ikon saja, tetapi berkembang menjadi destinasi yang berlapis dengan beragam atraksi yang ada di sana," katanya.

Sedangkan terkait dengan Taman Nasional Komodo, Taufan menilai kunci untuk tidak terjadi penumpukan kunjungan adalah distribusi wisatawan secara merata tanpa sekadar membatasi jumlah kedatangan.

Dalam hal ini, dia menyarankan agar pemerintah menerapkan sistem manajemen kunjungan yang sudah terintegrasi, sehingga bisa mengatur kunjungan berdasarkan lokasi, waktu dan jenis aktivitas yang ditentukan.

Taufan menjelaskan ketika pilihan itu diperluas dan dikurasi dengan baik, distribusi wisatawan akan menjadi lebih merata

Lalu yang ketiga adalah penerapan strategi tarif yang adaptif. Tarif yang berbeda berdasarkan waktu kunjungan, zona atau eksklusivitas dapat menjadi instrumen untuk mengatur permintaan tanpa harus membatasi secara kaku.

Pemerintah, katanya, juga diharapkan dapat memperkuat edukasi terhadap wisatawan supaya memiliki tingkat kepedulian pada isu-isu lokal yang berkaitan dengan wisata keberlanjutan dan pentingnya menjaga lingkungan.

Di sisi lain kebijakan dalam sektor pariwisata menurutnya harus didasarkan pada keberhasilan di dalam manajemen stakeholder yang ada dan dapat hadir untuk mengolah potensi suatu destinasi di daerah dengan cerdas, adil dan berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.