MPR RI Gandeng UII Dorong Penguatan Kajian Konstitusi dan Sosialisasi Empat Pilar
Rabu, 15 Apr 2026, 18:35 WIBYOGYAKARTA - Sekretariat Jenderal (Stjen) MPR RI bersama Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta melakukan nota kesepahaman (MoU) terkait Penyempurnaan Konstitusi dalam Rangka Penguatan Institusionalisasi Demokrasi.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah menghadiri penandatanganan MoU tersebut di Ruang Sidang Datar, Gedung Prof. Dr. Sardjito, Kampus Terpadu UII, Yogyakarta, Selasa (14/4).
Hadir dalam acara tersebut  Deputi Bidang Administrasi Setjen MPR Heri Herawan, S.H, dan anggota delegasi beberapa pejabat eselon III dan IV Setjen MPR. Sedangkan delegasi UII dihadiri Rektor Prof. Fathul Wahid, Wakil Rektor Bidang Kemitraan dan Kewirausahaan Ir. Wiryono Raharjo, serta para dekan, wakil dekan berbagai fakultas, para Ketua Program Studi, Direktur dan Kepala Departemen.
Penandatanganan nota kesepahaman sendiri dilakukan langsung oleh Siti Fauziah dan Fathul Wahid, disaksikan jajaran pejabat dari kedua institusi.
Dalam sambutannya, Siti Fauziah menilai kerja sama dengan UII memiliki nilai strategis, terutama dalam mendukung penguatan kajian konstitusi yang tengah digiatkan MPR.
âUII memiliki fakultas yang kuat serta pusat studi konstitusi yang relevan dengan kebutuhan MPR saat ini. Kolaborasi ini sangat penting untuk mendukung pelaksanaan tugas-tugas konstitusional,â ujar Siti.
Ia menambahkan, kerja sama tidak hanya terbatas pada kajian akademik, tetapi juga mencakup bidang kehumasan dan pengembangan fasilitas, seperti pengelolaan perpustakaan.
Menurut Ibu Titi, sapaan akrab Siti Fauziah, perpustakaan UII dapat menjadi rujukan bagi MPR dalam menciptakan ruang literasi yang nyaman dan representatif bagi masyarakat.
Selain itu, MPR juga membuka peluang bagi mahasiswa UII untuk mengikuti program magang di lingkungan MPR RI. Tak hanya itu, mahasiswa juga akan mendapatkan pemahaman terkait Empat Pilar MPR RI.
Siti juga menekankan pentingnya penguatan pemahaman empat pilar, khususnya di kalangan generasi muda, di tengah maraknya penggunaan media sosial.
Ia mengaku prihatin masih banyak generasi muda terutama Gen Z di ranah media sosial seperti tiktok yang belum memahami konsep dasar kebangsaan tersebut.
âGenerasi Z termasuk mahasiswa adalah generasi penerus yang akan memimpin bangsa ini. Karena itu, pemahaman terhadap empat pilar harus terus diperkuat. itulah yang dilakukan MPR melakukan Sosialisasi Empat Pilar MPR yakni Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika dengan berbagai metode,â katanya.
Salah satu metode yang dirasa efektif, lanjut Ibu Titi, adalah gelar Lomba Cerdas Cermat (LCC) tingkat SMA yang kini telah menjangkau seluruh provinsi di Indonesia.
Ibu Titi berharap kerja sama dengan UII dapat berjalan berkelanjutan dan menjadi model kolaborasi dengan perguruan tinggi lainnya.
Sementara itu, Rektor UII Fathul Wahid menyambut baik kerja sama tersebut dan menyebutnya sebagai kehormatan bagi pihaknya.
âKami sangat antusias karena banyak peluang kolaborasi yang terbuka, mulai dari kajian akademik hingga kesempatan magang bagi mahasiswa,â ujar Fathul.
Ia berharap kerja sama ini dapat memperkuat kontribusi UII dalam pembangunan bangsa, khususnya melalui sinergi dengan MPR RI.
- MPR RI
- UII Yogyakarta
- Kajian Konstitusi
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
MPR RI Dukung Rumah Layak dan Keluarga Produktif Melalui BSPS
-
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat Ingatkan Data dan Prediksi BMKG Harus Jadi Acuan Mitigasi
-
Ratusan Ogoh-Ogoh di Denpasar Meriahkan Malam Pengerupukan Nyepi 2026
-
Jobstreet Hadirkan 4 Tingkat Privasi: Pencari Kerja Punya Kendali Penuh Atas Profil Digitalnya
-
'Voices Beyond Limits Kompetisi Vokal Inklusif untuk Penyandang Disabilitas dan remaja berkebutuhan khusus
-
Jubir Kemlu: Pemerintah Belum Putuskan Evakuasi WNI dari Iran
-
MPR Berlakukan Empat Hari Kerja dan Matikan Lampu Jam 18.00 WIB
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.