Pastikan Stok BBM di NTT Aman, Komut Pertamina Tinjau Langsung Daerah Gempa
Selasa, 18 Agu 2026, 23:30 WIBLABUAN BAJO- Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan pada Selasa (18/8) langsung turun meninjau Fuel Terminal (FT) Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kunjungan itu untuk memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) tetap aman dan distribusi energi berjalan lancar setelah gempa bumi mengguncang sejumlah wilayah di NTT.
Tak lupa, Iriawan juga mengapresiasi para pekerja Pertamina yang tetap bertugas di tengah situasi darurat. Ia menyebut para pekerja di lapangan sebagai âpahlawanâ yang menjaga pasokan energi tetap tersedia bagi masyarakat.
âSaya hadir ingin bertemu dengan para pahlawan saya. Ini para pahlawan yang sebagian kecil ada di sini, sisanya ada di lapangan,â kata Iriawan.
Dalam peninjauan ke lapangan, Iriawan didampingi Corporate Secretary PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita, Direktur Optimasi Hilir dan Distribusi PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Hari Purnomo, Corporate Secretary PT PPN Roberth Marcelino Verieza Dumatubun, EGM PT PPN Regional Jatimbalinus Iwan Yudha Wibawa, GHO PT PPN Jatimbalinus Bimo Sagus, serta sejumlah perwira Pertamina lainnya.
Menurut Iriawan, kunjungannya ke Labuan Bajo sekaligus untuk melihat secara langsung kondisi dan semangat para perwira Pertamina Group yang bertugas mempertahankan ketersediaan energi di wilayah terdampak gempa, antara lain Manggarai Barat, Manggarai Timur, dan Ruteng.
Ia mengapresiasi respons cepat jajarannya ketika akses jalan dari Ruteng menuju Labuan Bajo sempat terputus akibat gempa. Kondisi tersebut membuat truk tangki BBM tidak dapat melintas sehingga Pertamina harus mencari jalur distribusi alternatif.
Kirim Kapal Feri
Dalam waktu kurang dari dua hari setelah jalur darat terputus, Pertamina mengirim kapal feri yang mengangkut 11 truk tangki BBM menuju Labuan Bajo. Jalur laut dipilih untuk menjaga pasokan sekaligus mencegah terjadinya kelangkaan BBM di wilayah terdampak.
âAlhamdulillah, itu penolong yang luar biasa sehingga sampai sekarang tidak ada kelangkaan di sini,â papar Iriawan.
Meski pasokan BBM secara umum aman, Iriawan mengatakan permintaan minyak tanah di sejumlah wilayah mengalami peningkatan. Pertamina pun berkoordinasi dengan pihak berwenang terkait kemungkinan penambahan kuota.
Menurut dia, Gubernur NTT juga telah menyampaikan secara langsung permintaan penambahan pasokan tersebut beberapa jam sebelum kunjungan ke Fuel Terminal Labuan Bajo.
Di sela kunjungannya, Iriawan menyampaikan duka cita kepada para korban gempa di NTT, termasuk masyarakat yang kehilangan tempat tinggal serta keluarga yang kehilangan anggota keluarganya.
Ia menegaskan, dalam situasi darurat saat ini, salah satu fokus utama Pertamina adalah memastikan distribusi BBM tidak terganggu, terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendukung aktivitas penanganan bencana.
Iriawan menyebut Reo sebagai salah satu wilayah yang mengalami kerusakan paling parah terhadap aset Pertamina akibat gempa. Meski demikian, para pekerja tetap bertugas menjaga pelayanan dan distribusi energi.
âKhusus untuk Reo, memang daerah paling hancur untuk aset kami. Tapi, alhamdulillah anak-anak tetap semangat di sana," katanya.
Sebelum meninjau Fuel Terminal Labuan Bajo, Iriawan juga menggelar rapat secara virtual dengan tim Pertamina di sejumlah wilayah terdampak, antara lain Reo, Ende, Bima, dan Maumere.
Dari laporan yang diterimanya, kondisi pasokan BBM di sebagian besar wilayah tersebut dalam keadaan aman. Bahkan, stok yang tersedia berada di atas batas normal dengan ketahanan pasokan diperkirakan mencapai sekitar 11 hari sebelum pengiriman berikutnya tiba.
Akses jalur darat dari Reo yang sebelumnya sempat terputus juga kini sudah dapat dilalui kembali. Pulihnya akses tersebut diharapkan semakin memperlancar pengiriman BBM ke wilayah terdampak.
Apresiasi Pekerja Pertamina
Iriawan kembali mengapresiasi para pekerja Pertamina yang dinilainya mampu mengambil keputusan secara cepat dan mencari terobosan di tengah kondisi darurat. Apresiasi juga diberikan kepada kru kapal yang berhasil membawa pasokan BBM dengan selamat dari Bima menuju Labuan Bajo dan Ruteng.
Menurut dia, langkah tersebut menunjukkan semangat "Satu Pertamina", yakni solidaritas dan kerja sama antarwilayah untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi sekaligus mendukung upaya penanganan dampak bencana di NTT.
Pertamina, kata Iriawan, akan terus memantau kondisi pasokan dan distribusi energi di seluruh wilayah terdampak gempa. Perusahaan juga siap bekerja selama 24 jam untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat NTT tetap terpenuhi.
âKami siap bekerja 24 jam untuk memastikan pasokan energi bagi masyarakat tetap terjaga,â pungkas Iriawan.
- Bencana Alam
- komisaris utama
- Gempa Bumi
- Bandara NTT
- Jaga Pasokan BBM
- Kapal Pertamina
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Vitto Budi
Berita Terkait:
-
Amankan Fosfat dan Aluminium! RI Jalin Kerja Sama Rantai Pasok dengan Maroko
-
Breaking! BMKG Ingatkan Ancaman Tsunami hingga 3 Meter di NTT, NTB dan Sulsel
-
Darurat DBD Sri Lanka: Baju Sekolah Anak Kini Harus Tertutup dari Nyamuk
-
Empat Pasar Jadi Percontohan Digitalisasi Retribusi di Probolinggo
-
Pemprov Jatim Dorong KH Yusuf Hasyim Dapat Gelar Pahlawan Nasional
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.