Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cabai Merah Asal Karo Tembus Pasar Kalimantan Tengah

📅 Rabu, 15 Apr 2026, 16:23 WIB | Oleh:
Cabai Merah Asal Karo Tembus Pasar Kalimantan Tengah Doc: ANTARA/AdeFriadi
Ket. Cabai merah asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara tembus pasar Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah melalui skema Kerja sama Antar Daerah (KAD).

KARO -- Cabai merah asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara tembus pasar Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah melalui skema Kerja sama Antar Daerah (KAD) yang dilakukan oleh ke dua pemerintah daerah.

Langkah tersebut ditandai dengan pelepasan pengiriman cabai merah ke Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, oleh Bupati Karo, Antonius Ginting, dari halaman Kantor Bupati Karo, Selasa.

"Melalui kerja sama ini, petani tetap mendapatkan harga yang lebih baik meskipun kondisi pasar sedang tidak stabil," kata Antonius Ginting.

Sebanyak 1.050 kilogram cabai merah hasil panen petani lokal disiapkan untuk dikirim secara bertahap. Pengiriman dilakukan dalam tiga tahap, masing-masing 350 kilogram, dengan jadwal setiap tiga hari sekali.

Komoditas tersebut merupakan hasil produksi petani yang difasilitasi oleh Gapoktan Terpuk Sisiwah, Desa Suka, Kecamatan Tigapanah.

Program itu dinilai menjadi angin segar bagi petani. Di saat harga pasar sedang rendah, skema distribusi lintas daerah mampu menjaga nilai jual tetap stabil. Cabai Karo bahkan bisa dipasarkan dengan harga sekitar Rp21.000 per kilogram.

Dukungan dari Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Utara juga menjadi faktor penting dalam kelancaran program ini. BI turut memfasilitasi biaya pengiriman, sehingga beban logistik tidak sepenuhnya ditanggung petani maupun pemerintah daerah.

Tak hanya berhenti di Palangka Raya, Pemkab Karo melihat peluang pasar di wilayah Kalimantan masih sangat terbuka. Ekspansi pengiriman ke sejumlah kabupaten lain pun mulai direncanakan.

“Kami optimistis pasar di Kalimantan masih luas. Ini baru langkah awal, ke depan akan kita kembangkan ke lebih banyak daerah,” kata Antonius.

Selain memperluas jaringan distribusi, pemerintah daerah juga mulai melirik pengembangan produk turunan seperti cabai kering dan cabai giling. Upaya ini diharapkan dapat memperpanjang daya simpan sekaligus memperluas segmen pasar.

Untuk menjaga keberlanjutan program, Pemkab Karo juga akan melibatkan lebih banyak kelompok tani, termasuk lima gapoktan besar lainnya.

Langkah itu dinilai penting guna memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga seiring meningkatnya permintaan dari luar daerah.

Dengan strategi ini, Kabupaten Karo tak hanya berupaya menstabilkan harga, tetapi juga memperkuat posisi petani sebagai pelaku utama dalam rantai pasok komoditas hortikultura.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Ekonomi
Impor Garam Ditargetkan Ber...
Megapolitan
Warga Huntara Senen Nikmati...

Gebyar Bunga Rawa Belong 2026

7 jam yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Gebyar Bunga Rawa Belong 2026

Peluncuran program STEM Nasional

7 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peluncuran program STEM Nas...

Perkembangan IHK periode Agustus 2026

7 jam yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Perkembangan IHK periode Ag...

Subsidi benih padi 2027

7 jam yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Subsidi benih padi 2027
Megapolitan
Dugaan pencemaran limbah Po...

Festival Danau Sentani 2026

7 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Festival Danau Sentani 2026
Advertisement
Penerima KJP Tahap II Gelombang I Ditetapkan Pemprov DKI Ada 661.209 Peserta Didik, Total Angaran RP1,5 Triliun

Penerima KJP Tahap II Gelombang I Ditetapkan Pemprov DKI Ada 661.209 Peserta Didik, Total Angaran RP1,5 Triliun

04 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.