Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Peluang Ekspor! Malaysia Minta 200 Ribu Ton Beras dari Indonesia

3 Selasa, 14 Apr 2026, 06:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Peluang Ekspor! Malaysia Minta 200 Ribu Ton Beras dari Indonesia Peluang Ekspor! Malaysia Minta 200 Ribu Ton Beras dari Indonesia Doc: ANTARA
Ket. Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memberi keterangan kepada awak media ditemui usai Rapat Percepatan Realisasi Pendanaan Penyerapan Gabah Setara Beras di Kantor Bulog Jakarta, Senin (13/4).

Jakarta - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan adanya permintaan impor beras dari Malaysia dengan volume mencapai sekitar 200 ribu ton sebagai peluang ekspor baru bagi Indonesia.

Ditemui usai Rapat Percepatan Realisasi Pendanaan Penyerapan Gabah Setara Beras di Kantor Bulog Jakarta, Senin (13/4), Rizal mengatakan salah satu direktur Bulog telah diminta untuk berangkat ke Malaysia guna menindaklanjuti permintaan tersebut melalui pembahasan lebih lanjut dengan pihak terkait di negara tujuan.

"Kemarin salah satu direktur kami juga diminta berangkat ke Malaysia karena Malaysia ada permintaan impor beras (dari Indonesia) tidak kurang dari 200 ribu ton," kata Rizal.

Menurutnya, jumlah permintaan yang mencapai 200 ribu ton tersebut tergolong besar dan menunjukkan potensi pasar ekspor beras Indonesia yang terbuka.

Saat ini, lanjut Rizal, Bulog masih dalam tahap penjajakan untuk memastikan kesiapan pasokan serta skema kerja sama yang dapat memberikan manfaat optimal bagi kedua belah pihak.

Dia berharap peluang ekspor ini dapat terealisasi sehingga tidak hanya memperkuat posisi Indonesia di pasar internasional, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pengelolaan cadangan beras nasional.

"Ini cukup besar jumlahnya. Nah sekarang sedang dijajaki, mudah-mudahan bisa memberikan peluang ekspor ke negara tetangga kita," kata Rizal.

Dalam kesempatan itu, Rizal juga menyampaikan capaian penyerapan gabah petani di dalam negeri hingga 13 April 2026 telah mencapai sekitar 48,7 persen atau setara 1,9 juta ton dari target 4 juta ton setara beras.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan progres yang cukup signifikan dalam upaya memenuhi target penyerapan beras nasional yang telah ditetapkan pemerintah untuk tahun 2026.

Sementara itu, total stok beras Bulog hingga tanggal yang sama tercatat mencapai sekitar 4,727 juta ton yang tersimpan di berbagai gudang penyimpanan BUMN pangan tersebut.

Rizal memproyeksikan dalam waktu satu minggu hingga sepuluh hari ke depan, stok cadangan beras pemerintah (CBP) berpotensi menembus angka 5 juta ton seiring percepatan penyerapan yang terus dilakukan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Luar Negeri
Serangan Siber Ganggu Siste...

Stok Cadangan Beras Nasional Capai 4,5 Juta Ton

24 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Stok Cadangan Beras Nasiona...

Uji Publik Calon Anggota KND

47 menit yang lalu | Ones

Nasional
Uji Publik Calon Anggota KND

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi

54 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Pemerintah Siapkan Stimulus...
Ekonomi
Perkembangan Inflasi Indone...
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.