Era Baru Perikanan: Transparansi Jadi Tiket Masuk Pasar Global
📅 Selasa, 14 Apr 2026, 18:10 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Transparansi produk perikanan menjadi isu krusial dalam menjamin keberlanjutan sumber daya laut sekaligus kepercayaan konsumen.
Keterbukaan informasi mengenai asal tangkapan, metode penangkapan, hingga rantai distribusi memungkinkan publik menilai apakah produk tersebut diperoleh secara legal dan ramah lingkungan.
Tanpa transparansi, praktik seperti penangkapan ilegal, overfishing, hingga manipulasi label berpotensi terus berlangsung tanpa pengawasan efektif.
Secara analitis, dorongan transparansi tidak hanya berkaitan dengan aspek lingkungan, tetapi juga daya saing industri.
Pasar global semakin menuntut standar ketertelusuran (traceability), sehingga pelaku usaha yang mampu menyediakan data yang akurat dan terbuka akan memiliki keunggulan kompetitif.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan, mulai dari keterbatasan teknologi, biaya, hingga kesiapan pelaku usaha kecil.
Karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, industri, dan nelayan untuk membangun sistem yang transparan, efisien, dan inklusif.
CEO & Founder Asosiasi Perikanan Pole and Line dan Handline Indonesia (AP2HI) Janti Djuari menegaskan bahwa pasar global kini tidak lagi hanya menuntut kualitas, tetapi juga transparansi penuh atas produk perikanan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Janti menilai produk perikanan yang memiliki sistem ketertelusuran diakui internasional akan lebih mudah diterima di pasar global.
“Kalau kita bisa memberikan bukti bahwa produk mengikuti prinsip keberlanjutan, aspek sosial, dan sistem ketertelusuran yang kompatibel, maka otomatis kita punya nilai jual lebih. Produk yang tidak menggunakan sistem (ketertelusuran) akan tertinggal,” ujarnya dalam diskusi di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Selasa (14/4).
Dalam kesempatan yang sama, pelaku usaha perikanan Rimba Tri Pataka juga mengakui bahwa aspek ketertelusuran kini menjadi syarat utama untuk masuk ke pasar yang lebih berkembang.
Ia menjelaskan bahwa pola pasar perikanan terus bertumbuh, dari penjualan curah, kini merambah ke supermarket bahkan restoran.
“Jaminannya apa bahwa makanan yang kita konsumsi, misalnya udang, benar-benar aman dan terjamin? Di sinilah perlunya ketertelusuran,” katanya.
Rimba menekankan bahwa hampir semua standar internasional seperti BRC (British Retail Consortium) maupun BAP (Best Aquaculture Practices) menjadikan traceability sebagai syarat wajib.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!