Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Evakuasi Terhadap Enam Pendaki Tersesat di Gunung Lamari Ampana

📅 Senin, 13 Apr 2026, 16:23 WIB | Oleh:
Evakuasi Terhadap Enam Pendaki Tersesat di Gunung Lamari Ampana Doc: ANTARA/HO-Kansar Palu
Ket. Tim SAR gabungan mengevakuasi enam pendaki tersesat di Gunung Lamari Ampana Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah, Senin (13/4).

PALU -- Tim SAR gabungan mengevakuasi enam pendaki yang tersesat di Gunung Lamari Ampana, Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah (Sulteng).

"Peristiwa itu terjadi di Desa Saluaba, Kecamatan Ampana. Para pendaki kehilangan arah sehingga tersesat di hutan, lalu salah satu keluarga korban melaporkan kejadian itu kepada kami melalui Unit Siaga SAR Ampana," kata Kepala Kantor SAR Palu Muh Rizal di Palu, Senin.

Dilaporkan peristiwa itu terjadi pada Minggu (12/4), dimana enam orang melakukan perjalanan pendakian ke Gunung Lamari sekitar Pukul 08.40 Wita.

Sesuai rencana para pendaki dijadwalkan kembali pada pukul 17.00 Wita, namun hingga malam hari belum kembali dan tidak dapat dihubungi, kemudian upaya pencarian awal oleh keluarga dan masyarakat setempat belum membuahkan hasil.

"Lokasi kejadian berada pada koordinat 0°57'25.62"S 121°35'39.14"E, atau 10 kilometer dari Unit Siaga SAR Ampana dengan waktu tempuh sekitar 30 menit," ujarnya.

Ia mengemukakan tim rescue tiba di lokasi pada pukul 22.50 Wita dan segera melaksanakan operasi pencarian. Pada Senin dini hari pukul 00.12 Wita tim SAR gabungan berhasil menemukan enam orang korban dalam kondisi selamat pada koordinat 0°57'36.5"S - 121°35'58.4"E, sekitar satu kilometer dari puncak Gunung Lamari dan mengevakuasi para korban ke pos registrasi.

"Pukul 01.00 Wita tim SAR gabungan tiba di pos registrasi dan langsung menyerahkan korban kepada pihak keluarga," ucap Rizal.

Adapun identitas enam pendaki tersebut yakni Bilal, Ramdan, Andika, Kodin, Fahmi, dan Fatur.

Pihaknya mengimbau masyarakat yang melakukan kegiatan petualangan, sebelum melakukan perjalanan pelajari kondisi medan, memperhitungkan logistik, dan bila merasa lelah sebaiknya beristirahat, karena ada batas kemampuan fisik manusia pada kondisi-kondisi tertentu.

"Sesuatu yang dipaksakan tanpa perhitungan matang bisa berakibat fatal. Banyak kejadian orang tersesat saat mendaki gunung karena faktor fisik, lalu tidak menguasai medan, maka setiap tindakan tidak boleh gegabah," kata Rizal.

Adapun unsur terlibat dalam operasi SAR tersebut yakni personel Unit Siaga SAR Ampana, Bhabinkamtibmas, aparat desa, dan masyarakat setempat.

"Dengan ditemukan seluruh korban operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Kami mengucapkan terima kasih kasih kepada para pihak yang terlibat dalam operasi tersebut," katanya.

Ia menambahkan pada kegiatan pencarian tim didukung dengan berbagai peralatan diantaranya alat navigasi, alat komunikasi, alat SAR gunung, peralatan medis dan peralatan evakuasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (1)

Abang Itam1
Abang Itam1
13 Apr 2026, 21:44 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.