Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Parimo Serius Garap Durian, Dari Kebun Sampai Jadi Mesin Ekonomi

📅 Minggu, 12 Apr 2026, 21:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Parimo Serius Garap Durian, Dari Kebun Sampai Jadi Mesin Ekonomi Doc: ANTARA/Moh Ridwan
Ket. Pekerja di salah satu rumah kemas Parigi Moutong memisahkan daging durian dari kulit untuk di sortir sebelum diekspor ke Tiongkok, Selasa (31/3/2026).

PARIGI – Pengembangan industri durian sekarang nggak cuma soal panen buahnya aja, tapi juga gimana memaksimalkan semuanya dari awal sampai akhir. Dari petani yang merawat pohon dengan teknik yang makin modern, sampai proses distribusi yang bikin durian tetap segar saat sampai ke tangan pembeli.

Menariknya, di bagian hilir justru makin banyak inovasi. Durian nggak lagi cuma dimakan langsung, tapi diolah jadi berbagai produk—mulai dari dessert, minuman, sampai produk kemasan yang bisa dijual lebih luas.

Jadi, dari kebun sampai ke meja makan, semuanya punya nilai tambah yang bikin durian makin menjanjikan sebagai komoditas unggulan.

Kamar Dagang dan Industri Parigi Moutong (Kadin Parimo) menargetkan transformasi besar ekonomi Sulawesi Tengah (Sulteng) melalui pengembangan industri durian dari hulu hingga hilir lima tahun ke depan.

“Durian telah menjadi komoditas ekspor, sekaligus sebagai sumber ekonomi baru bagi Sulteng. Kadin Parigi Moutong sebagai pihak yang memprakarsai kegiatan ekspor berkomitmen memajukan investasi durian,” kata Ketua Kadin Parigi Moutong Faradiba Zaenong di Parigi, Minggu (12/4).

Target tersebut meliputi 10 juta pohon durian produktif, pembangunan 1.000 unit packing house atau rumah kemas, dan penyerapan 250.000 tenaga kerja yang tersebar di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.

Target ini dibangun di atas fondasi nyata yang sudah mulai terbentuk di Sulawesi Tengah dan telah memiliki kurang lebih 400 ribu pohon durian montong produktif di atas lahan sekitar 4.000 hektare.

“Ini adalah kekuatan awal yang harus ditingkatkan secara signifikan,” ujarnya.

Kata dia di sektor hilir perkembangan juga mulai terlihat, saat ini tercatat telah berdiri sekitar 42 unit rumah kemas yang tersebar di Kota Palu, Parigi Moutong, dan Sigi.

“Artinya kita tidak mulai dari nol. Infrastruktur hilir sudah ada, tinggal kita percepat menuju skala 1.000 unit,” ucapnya.

Ia mengemukakan bahwa pengembangan ke depan difokuskan pada daerah-daerah dengan basis produksi kuat dalam catatan Kadin, Kabupaten Poso menjadi salah satu daerah prioritas pengembangan pembangunan rumah kemas, karena kabupaten itu memiliki jumlah durian produktif terbanyak di Sulawesi Tengah

Ia menegaskan bahwa pendekatan berbasis potensi wilayah penting supaya pembangunan berjalan efektif dan berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi daerah.

“Daerah yang kuat di sektor produksi harus diperkuat di hilir. Di situlah nilai tambah akan tercipta,” tuturnya.

Program penanaman 10 juta pohon durian akan dijalankan lintas kabupaten dengan melibatkan petani lokal, menggunakan standar budidaya berbasis kualitas ekspor.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.