Parimo Serius Garap Durian, Dari Kebun Sampai Jadi Mesin Ekonomi
📅 Minggu, 12 Apr 2026, 21:05 WIB | Oleh: Tim PenulisSementara itu, pembangunan 1.000 rumah kemas menjadi tulang punggung sistem logistik modern untuk menjaga kualitas, meningkatkan nilai tambah, dan memastikan kontinuitas pasokan dalam skala besar.
“Kalau tidak ada hilirisasi, kita hanya menjual bahan mentah. Kehadiran rumah kemas akan masuk dalam rantai perdagangan global,” tambahnya.
Lebih lanjut, target penyerapan 250.000 tenaga kerja menunjukkan bahwa program itu merupakan gerakan ekonomi rakyat berskala besar menggerakkan berbagai sektor, mulai dari pertanian hingga ekspor.
Guna memperkuat produktivitas sektor tersebut, Kadin Parigi Moutong berkolaborasi dengan pimpinan daerah se-Sulteng untuk mengalokasikan anggaran daerah dalam mendukung gerakan 10 juta bibit durian di wilayah masing-masing.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Ini bukan lagi program sektoral. Ini adalah gerakan ekonomi Sulawesi Tengah. Semua daerah harus terlibat dan mengambil peran,” kata dia.
Kadin berharap Gubernur Sulawesi Tengah mengorkestrasi program itu secara terintegrasi di tingkat provinsi, supaya gerakan itu menjadi kekuatan besar sekaligus penguatan wilayah prioritas seperti Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah dinilai memiliki peluang besar menjadi episentrum industri durian Indonesia sekaligus pemain utama ekspor dunia.
“Sulawesi Tengah sudah punya dasar. Sekarang saatnya mempercepat dan melompat jauh ke depan,” ucapnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!