Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Harga Mobil Bekas di AS Alami Kenaikan Tertinggi Sejak 2023, Ini Faktor Penyebabnya

📅 Minggu, 12 Apr 2026, 20:20 WIB | Oleh:
Harga Mobil Bekas di AS Alami Kenaikan Tertinggi Sejak 2023, Ini Faktor Penyebabnya Doc: ANTARA/HO
Ket. Ilustrasi mobil bekas.

JAKARTA - Harga mobil bekas di Amerika Serikat kembali mengalami kenaikan dan mencapai level tertinggi sejak pertengahan 2023, seiring meningkatnya permintaan serta terbatasnya pasokan di pasar.

Dilansir dari Carscoops pada Minggu (12/4), laporan Cox Automotive menunjukkan indeks Manheim Used Vehicle Value Index naik ke angka 215,3 pada Maret 2026. Angka tersebut meningkat 6,2 persen secara tahunan dan 1,4 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Kenaikan ini tergolong tidak biasa, mengingat bulan Maret umumnya menjadi periode stabil bagi harga kendaraan bekas.

Data tersebut menggambarkan harga grosir, yakni harga antardealer di lelang, yang biasanya lebih rendah dibandingkan harga yang dibayar konsumen di tingkat ritel.

Cox Automotive mencatat, rata-rata harga mobil bekas berada di kisaran 25.287 dollar AS (432 juta rupiah) per Februari, jauh lebih rendah dibandingkan mobil baru yang mencapai lebih dari 49.100 dollar AS (839 juta rupiah). Selisih harga ini terus mendorong konsumen beralih ke pasar kendaraan bekas.

Permintaan yang tinggi turut dipicu oleh pengembalian pajak yang lebih besar di awal tahun. Tingkat konversi penjualan kendaraan dilelang mencapai 68,2 persen atau lebih tinggi dari rata-rata historis, yang menunjukkan tingginya persaingan antardealer dalam memperoleh stok kendaraan.

Di sisi lain, pasokan kendaraan bekas masih tergolong terbatas. Stok di tingkat grosir hanya mencukupi sekitar 24,5 hari, sementara inventaris di tingkat ritel turun di bawah 40 hari. Kondisi ini diperparah oleh menurunnya penjualan mobil baru yang berdampak pada berkurangnya jumlah kendaraan tukar tambah.

Selain itu, jumlah kendaraan dari armada rental meningkat 7,5 persen secara tahunan, yang turut memengaruhi dinamika pasar di berbagai segmen.

Kenaikan harga juga terlihat pada segmen kendaraan listrik. Indeks kendaraan listrik naik 7,9 persen secara tahunan dan 3,7 persen dibandingkan Februari, melampaui kenaikan pada kendaraan berbahan bakar bensin.

Peningkatan harga bahan bakar, yang kini berada di atas 4 dollar AS (68 ribu rupiah) per galon, mendorong sebagian konsumen beralih ke kendaraan listrik.

Kendaraan mewah menjadi segmen yang mencatat kenaikan paling signifikan, sementara mobil kompak dan truk mengalami pertumbuhan yang lebih lambat. Meski demikian, seluruh segmen kendaraan bekas menunjukkan tren kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala ekonom Cox Automotive Jeremy Robb mengatakan harga kendaraan bekas diperkirakan akan tetap stabil menjelang musim panas, didukung oleh permintaan yang masih kuat.

“Seiring memasuki musim panas, kami memperkirakan nilai kendaraan bekas akan tetap bertahan, dengan masih banyak konsumen yang belum mengajukan pengembalian pajak tahun ini,” ujar Robb.

Ia menambahkan, meski konflik geopolitik di Timur Tengah berpotensi memengaruhi sentimen konsumen, data saat ini menunjukkan daya tahan ekonomi masih cukup kuat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Jakarta Model Percontohan P...
Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
Nasional
Pengesahan UU Pengembangan ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.