Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kementerian Pekerjaan Umum Percepat Mitigasi El Nino untuk Jaga Ketersediaan Air

📅 Sabtu, 11 Apr 2026, 20:55 WIB | Oleh:
Kementerian Pekerjaan Umum Percepat Mitigasi El Nino untuk Jaga Ketersediaan Air Doc: RRI/Namira Kaguma
Ket. Menteri PU Dody Hanggodo

JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat mitigasi menghadapi potensi El Nino dalam menjaga ketersediaan air. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak kemarau panjang terhadap sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan upaya mitigasi telah mulai dilakukan melalui optimalisasi bendungan di berbagai daerah. Saat ini, Kementerian PU mendorong agar seluruh bendungan berada pada kondisi terisi penuh sebelum puncak musim kemarau tiba.

“Kalau masalah mitigasi terhadap bencana el nino itu sebenarnya sudah kita mulai. Bahkan beberapa saat lalu saya ke Gajah Mungkur saya dikasi info, sekarang bendungan sedang posisi berusaha dibikin penuh” ujar Menteri Dody di Kantor Kementerian PU, Jumat (10/4).

Ia menjelaskan bendungan yang terisi penuh mampu mengairi lahan pertanian tanpa hujan dalam jangka waktu tertentu. Salah satu contohnya pada Waduk Gajah Mungkur tersebut yang mampu menyuplai air hingga beberapa bulan ke depan.

“Gajah Mungkur tuh kalau penuh dia bisa mengairi sawah di bawahnya tanpa ada hujan sedikit pun. Sampai dengan bulan September-Oktober,” kata dia.

Namun, jika periode tersebut terlewati, kata Dody, kementeriannya menyiapkan langkah tambahan untuk menjaga pasokan air tetap tersedia. Salah satu langkah yang dilakukan adalah operasi modifikasi cuaca di wilayah hulu bendungan agar suplai air tetap terjaga.

“Jadi hulu-hulunya dihujani agar tetap turun ke bendungan. Kita tidak melakukan operasi modifikasi cuaca di bendungan, karena kita takut meleset kalau meleset, kita lebih repot lagi,” ucap menteri tersebut.

Selain itu, Kementerian PU juga menyiapkan pompa air sebagai solusi saat terjadi kekeringan di lahan pertanian. Penyediaan pompa dilakukan melalui koordinasi dengan Kementerian Pertanian agar tidak terjadi tumpang tindih program.

Ia juga menekankan penggunaan pompa harus diiringi pembangunan jaringan irigasi tersier agar distribusi air lebih efektif. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan pemanfaatan air dilakukan secara efisien dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Selain itu, menurut Dody pengelolaan air yang optimal juga mampu menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman kemarau panjang. Dengan dukungan infrastruktur, lahan pertanian ditargetkan tetap dapat panen minimal dua kali dalam setahun.

“Kita juga harus buka jaringan irigarasi tersiernya, sehingga air yang kita alirkan itu lebih efektif, efisien untuk air disawah. Harapan kami, sawah-sawah kadang hujan itu minimum bisa panen setahun 2 kali, kalau bisa 3 kali, alhamdulillah sekali,” kata Dody.

Dody menegaskan mitigasi El Nino menjadi prioritas karena berdampak langsung pada produksi pangan nasional. Ia mengingatkan kegagalan pengelolaan air berpotensi mengganggu target swasembada pangan di tahun 2026 dan 2027. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.