Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

SDM Jadi Titik Lemah, Bank Dunia Minta RI Berbenah

📅 Kamis, 09 Apr 2026, 21:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
SDM Jadi Titik Lemah, Bank Dunia Minta RI Berbenah Doc: ANTARA FOTO/Ahmad Naufal Oktavian.
Ket. Sejumlah siswa membaca buku dari mobil perpustakaan keliling di SD Negeri Kedaung Kaliangke 06, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

JAKARTA – Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pendidikan menjadi kunci utama dalam memperkuat daya saing ekonomi di tengah perubahan global yang cepat.

Kualitas pendidikan yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan industri akan menentukan kemampuan tenaga kerja dalam menghadapi transformasi teknologi dan dinamika pasar kerja.

Secara analitis, investasi pada pendidikan dan pengembangan keterampilan tidak hanya berdampak pada produktivitas, tetapi juga mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Tanpa perbaikan kualitas SDM, potensi bonus demografi berisiko tidak optimal dan justru dapat berubah menjadi beban struktural bagi perekonomian.

Bank Dunia menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pendidikan sebagai fondasi utama kebijakan industri Indonesia.

Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik Aaditya Mattoo menyampaikan bahwa keterampilan, serta penyediaan infrastruktur publik seperti energi, pelabuhan, jaringan serat optik, jalan, merupakan pilar pertama yang harus diperkuat.

“Indonesia masih menghadapi kelemahan serius dalam pendidikan dasar. Banyak anak belum mampu membaca sesuai usia atau melakukan perhitungan sederhana,” ujarnya dalam wawancara daring dari Jakarta, Rabu (9/4).

“Selain itu, kualitas pendidikan STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika) dan manajerial juga masih lemah,” kata dia menambahkan.

Menurut Mattoo, rantai nilai modal manusia perlu diperkuat bersamaan dengan pembangunan infrastruktur. Ia menilai Indonesia telah mencatat kemajuan signifikan dalam pembangunan infrastruktur, tetapi perlu terus ditingkatkan.

Pilar kedua adalah menghapus kebijakan yang merugikan aktivitas ekonomi, seperti hambatan non-tarif pada barang dan jasa. Reformasi ini, menurutnya, dapat memberikan dampak signifikan terhadap iklim usaha.

Lebih lanjut, ia menjelaskan manfaat dari kebijakan seperti pembatasan ekspor untuk mendorong industri hilir akan lebih besar jika pilar pertama, yakni infrastruktur dan modal manusia sudah kuat, serta pilar kedua, yaitu kemudahan impor bahan baku diterapkan. Sebab, pembatasan impor justru dapat melemahkan kemampuan ekspor.

Sementara itu, langkah pemberian insentif seperti tax holiday, diyakini akan lebih optimal jika fondasi pendidikan dan infrastruktur sudah kuat, serta kebijakan yang tak efektif terlebih dahulu dihapus.

Dalam laporan East Asia and Pacific Economic Update edisi April 2026 yang dirilis pada Rabu, Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 sebesar 4,7 persen, turun dari perkiraan sebelumnya 4,8 persen.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan proyeksi pertumbuhan kawasan Asia Timur dan Pasifik (EAP) yang hanya 4,2 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Gen Z Jakarta Harus Banyak ...

Pemerintah Kota Bogor Lanjutkan Penertiban 516 Angkot

57 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Megapolitan
Pemerintah Kota Bogor Lanju...
Luar Negeri
Indonesia Usul MoU Kemitraa...
Olahraga
Akankah Lahir Sejarah di St...
Daerah
Dukung Pariwisata, DAMRI Bu...
Rona
Winter aespa Kena Herpes Zo...
Daerah
BPBD Parimo Distribusi 32 R...
Olahraga
Joshua Zirkzee Jadi Penentu...
Advertisement
Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.