Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukan Sekadar Penyakit Anak, Campak Kini Mengancam Orang Dewasa dan Tenaga Medis

📅 Kamis, 09 Apr 2026, 18:35 WIB | Oleh:

“Namun, vaksin bukan satu-satunya faktor. Berkurangnya paparan alami terhadap virus campak di era cakupan vaksinasi tinggi juga menyebabkan tidak adanya natural boosting yang selama ini secara tidak langsung memperkuat kekebalan. Selain itu, orang dewasa yang lahir di era sebelum program imunisasi nasional dan tidak pernah terinfeksi campak secara alami mungkin sama sekali tidak memiliki kekebalan,” paparnya.

Ia menambahkan, faktor lain yang juga tidak boleh diabaikan adalah kondisi yang menurunkan daya tahan tubuh, seperti kelelahan kronis akibat beban kerja tinggi, adanya penyakit penyerta (komorbid) seperti diabetes melitus, penyakit ginjal kronis, atau gangguan autoimun, serta penggunaan obat-obatan imunosupresan.

“Kondisi-kondisi ini membuat seseorang lebih mudah terinfeksi sekaligus berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi berat apabila tertular campak. Kombinasi seluruh faktor inilah yang menjadikan orang dewasa sebagai kelompok rentan yang perlu mendapat perhatian serius,” jelas dr. Sukamto.

Sebagai langkah pencegahan, pemerintah dan organisasi profesi medis mendorong masyarakat untuk segera melengkapi status imunisasi. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah merekomendasikan pemberian imunisasi campak-rubella (MR) atau MMR pada anak sesuai jadwal.

Dosis pertama diberikan pada usia 9 bulan dengan vaksin MR, kemudian dilanjutkan dengan dosis kedua dengan MR/MMR pada usia 15 hingga 18 bulan. Selanjutnya, anak dianjurkan untuk mendapatkan dosis ketiga atau booster dengan MR/MMR pada usia 5 hingga 7 tahun.

Sementara itu, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) merekomendasikan vaksin MMR bagi orang dewasa, terutama mereka yang belum mendapatkan vaksinasi lengkap atau tidak memiliki bukti kekebalan. Kelompok prioritas juga mencakup tenaga kesehatan, pelaku perjalanan, hingga individu yang tinggal di area padat.

Mendukung upaya pencegahan yang tengah dilakukan, County Medical Lead MSD Indonesia, dr. Amrilmaen Badawi, MBiomedSc, menekankan pentingnya akses terhadap informasi kesehatan yang akurat agar masyarakat dapat memahami risiko penyakit yang dapat dicegah dan pentingnya perlindungan sejak dini. Kasus campak yang kembali menjadi sorotan menunjukkan bahwa edukasi kesehatan tidak cukup berhenti pada awareness semata.

“Langkah perlindungan salah satunya melalui imunisasi perlu dilihat sebagai tanggung jawab bersama. Karenanya, memastikan imunisasi lengkap dan mencari informasi dari sumber terpercaya menjadi langkah penting dalam upaya menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan sekitar,” ujar dr. Amril.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Daerah
Penanganan Kebakaran TPA Ta...
Nasional
Jelarang, Satwa Langka Terl...
Advertisement
Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.