Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gunungan Sampah Masih Hiasi Pasar Kramat Jati

📅 Rabu, 08 Apr 2026, 13:23 WIB | Oleh:
Gunungan Sampah Masih Hiasi Pasar Kramat Jati Doc: antara foto
Ket. Gunungan sampah di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur.

JAKARTA - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Jaya menargetkan penanganan gunungan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, rampung dalam waktu tiga hari ke depan, yakni pada Jumat (10/4) besok.

"Insya Allah tiga hari ke depan sudah selesai. Hari Jumat (10/4) kita targetkan seluruh penanganan tuntas," kata Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Agus Himawan di Pasar Pal Meriam, Matraman, Jakarta Timur, Rabu (8/4).

Target tersebut merupakan tindak lanjut atas tenggat waktu yang diberikan oleh Gubernur DKI Jakarta terkait percepatan penanganan persoalan sampah di kawasan pasar terbesar di ibu kota tersebut.

Agus memastikan, pihaknya bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta terus bekerja intensif untuk menuntaskan permasalahan tersebut. Ia optimis proses pembersihan dapat selesai sesuai target yang telah ditetapkan.

Dalam upaya percepatan tersebut, Pasar Jaya mengerahkan puluhan armada pengangkut sampah setiap harinya.

Agus menjelaskan, rata-rata terdapat sekitar 40 ritase pengangkutan sampah per hari. Dengan kapasitas tersebut, volume sampah yang berhasil diangkut mencapai sekitar 600 hingga 700 ton setiap harinya.

"Kita alhamdulillah bahu-membahu dengan Dinas Lingkungan Hidup. Tiap hari hampir 40 ritase. Itu setara dengan 600 sampai 700 ton sampah yang kita angkut," ungkapnya.

Menurut Agus, langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya normalisasi kondisi lingkungan pasar yang sempat dipenuhi tumpukan sampah.

Selain mengangkut sampah ke tempat pengolahan, Pasar Jaya juga tengah menyiapkan solusi jangka panjang guna mengatasi persoalan serupa agar tidak kembali terulang.

Salah satu upaya yang sedang disiapkan adalah pengoperasian mesin insinerator atau mesin pembakar sampah di area pasar. Namun, Agus menyebutkan bahwa saat ini alat tersebut masih dalam tahap uji coba (trial).

"Itu masih trial. Nanti akan segera kita umumkan kalau sudah mulai beroperasi," ucap Agus.

Menurut Agus, keberadaan insinerator ini menjadi bagian dari rencana besar Pasar Jaya untuk mewujudkan sistem pengelolaan sampah mandiri di pasar-pasar di bawah kelolaannya.

Dengan sistem tersebut, diharapkan volume sampah yang harus diangkut ke tempat pembuangan akhir dapat ditekan secara signifikan.

Selain itu, kolaborasi lintas instansi menjadi kunci dalam percepatan penanganan sampah di Pasar Induk Kramat Jati.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tumpukan sampah di Sungai Kalibaru Bogor

31 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Tumpukan sampah di Sungai K...
Ekonomi
BPOM temukan jutaan kosmeti...
Luar Negeri
Mendagri Pakistan Kinjungi ...
Ekonomi
Jasa Marga catatkan laba be...

Siswa belajar di tenda darurat

41 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Siswa belajar di tenda darurat
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.