Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga Jepang Khawatirkan Kondisi Fiskal Imbas Tingginya Subsidi Bahan Bakar

📅 Selasa, 07 Apr 2026, 15:42 WIB | Oleh:
Warga Jepang Khawatirkan Kondisi Fiskal Imbas Tingginya Subsidi Bahan Bakar Doc: AFP/YUICHI YAMAZAKI

TOKYO - Kekhawatiran masyarakat Jepang meningkat terhadap besarnya subsidi bensin yang kembali diberlakukan pemerintah untuk menahan kenaikan harga di tengah konflik Timur Tengah.

Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama pada Selasa (7/4) mengatakan pemerintah belum memiliki perkiraan besaran subsidi tersebut.

"Pada tahap ini, kami belum membuat perkiraan berapa banyak (subsidi) yang dibutuhkan per bulan, karena volatilitas kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate sangat tinggi," kata Katayama kepada wartawan.

Kekhawatiran terhadap memburuknya kondisi fiskal meningkat di pasar keuangan setelah pemerintah Jepang pada 19 Maret memutuskan untuk melanjutkan subsidi. Harga bensin naik seiring lonjakan harga minyak sejak AS-Israel menyerang Iran pada 28 Februari.

Pemerintah Jepang awalnya menggunakan sekitar 280 miliar yen dari dana tertentu untuk menjaga harga bensin di kisaran 170 yen (Rp18.176) per liter. Namun, karena dana diperkirakan akan habis pada akhir April, ada tambahan sekitar 800 miliar yen (sekitar Rp86 triliun) dari cadangan fiskal 2025.

Analis menilai dana subsidi bisa habis dalam dua hingga tiga bulan jika harga minyak tetap tinggi, sehingga diperlukan rencana belanja tambahan.

Pemerintah Jepang belum menutup kemungkinan menggunakan hingga 1 triliun yen dari cadangan dalam anggaran fiskal 2026, meski dana itu dialokasikan untuk respons darurat, seperti bencana alam besar.

Subsidi bensin mencapai 49,8 yen (Rp5.325) per liter untuk pekan hingga Rabu (8/4), tertinggi sejak program diluncurkan pada Januari 2022, menurut Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang.

Kementerian tersebut menyesuaikan subsidi setiap pekan berdasarkan proyeksi harga eceran pekan berikutnya yang mencerminkan perubahan harga minyak mentah.

Berkat subsidi, harga eceran rata-rata bensin turun menjadi sekitar 170 yen per liter setelah sempat mencapai rekor 190,80 yen per liter pada 16 Maret.

Survei Kyodo News pada akhir pekan menunjukkan 69,6 persen responden ingin pemerintah terus memberikan subsidi untuk menekan harga bensin. Ant/Kyodo-OANA

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Otomotif
Era Mobil Hidrogen Dimulai,...
Megapolitan
Udara Jakarta Memburuk! Mas...

Kebakaran Meluas, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

3 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Kebakaran Meluas, Wisata Gu...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.