Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Polairud Banjarmasin Bongkar Jaringan Narkoba Senilai Miliaran Rupiah

📅 Selasa, 07 Apr 2026, 15:46 WIB | Oleh:
Polairud Banjarmasin Bongkar Jaringan Narkoba Senilai Miliaran Rupiah Doc: ANTARA/Gunawan Wibisono
Ket. Pelaksana Harian Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Timbul Rein Krisman Siregar saat melakukan konferensi pers atas ungkap sabu dan ekstasi senilai miliaran rupiah yang dilakukan oleh jajaran Satpolairud Polresta Banjarmasin, Selasa (7/4).

BANJARMASIN -- Satuan Polisi Air dan Udara (Polairud) Polresta Banjarmasin, Polda Kalimantan Selatan, membongkar jaringan peredaran narkotika jenis sabu dan ekstasi di kawasan pesisir dengan nilai barang bukti diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Pelaksana Harian Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Timbul Rein Krisman Siregar di Banjarmasin, Selasa, mengatakan pengungkapan tersebut merupakan hasil penyelidikan intensif petugas melalui operasi penyamaran dan pengembangan berlapis hingga ke pemasok utama.

"Kasus ini berhasil kami ungkap melalui rangkaian penyelidikan dan pengembangan hingga ke pelaku utama," ujarnya didampingi Kasat Polairud Polresta Banjarmasin Kompol Dading Kalbu Adie.

Ia menyebutkan barang bukti yang diamankan berupa sabu dengan total berat lebih dari 2 kilogram serta 1.670 butir pil ekstasi yang jika diuangkan bernilai miliaran rupiah.

"Nilai ekonomisnya sangat besar dan berpotensi merusak ribuan jiwa jika beredar di masyarakat," katanya.

Kapolresta menjelaskan kasus tersebut bermula pada 12 Maret 2026 saat petugas melakukan penyamaran terhadap pelaku awal yang bertransaksi narkoba di wilayah Banjarmasin. Dari penangkapan tersebut, petugas menemukan sabu yang disembunyikan dalam kotak rokok.

Petugas kemudian melakukan pengembangan yang mengarah kepada tersangka berinisial AD yang diamankan pada 17 Maret 2026 di kawasan Banjarmasin Tengah. Dari tangan tersangka AD, petugas menemukan puluhan paket sabu yang disamarkan dalam bungkus permen untuk mengelabui petugas.

Hasil interogasi selanjutnya mengarah kepada tersangka berinisial DW yang diduga sebagai pemasok utama dalam jaringan tersebut. Petugas kemudian melakukan penggeledahan di rumah tersangka dan menemukan tiga paket sabu serta puluhan paket lainnya dengan total berat lebih dari 2 kilogram.

Selain itu, petugas juga menemukan 1.670 butir pil ekstasi berlogo tertentu yang diduga siap diedarkan di wilayah Banjarmasin dan sekitarnya.

"Pengungkapan ini menjadi bukti keseriusan kami dalam memberantas peredaran narkotika, khususnya di jalur perairan yang rawan dimanfaatkan pelaku," ujarnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara hingga seumur hidup dan kini menjalani proses hukum lebih lanjut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Luar Negeri
Asean Mulai Kerepotan denga...

Liga Inggris, Fulham Tak Mampu Menyamai Chelsea

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Liga Inggris, Fulham Tak Ma...

Fiorentina Tanpa Ampun Dibantai AS Roma 0-4

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Fiorentina Tanpa Ampun Diba...
DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.